BeritaLaporan Liputan

Wali Kota Sibolga Ikuti Rakor Pemenuhan Dokumen Proyek Pipa Air Minum Pascabencana

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sibolga, Riwansyah, S.ST., M.M., Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kota Sibolga, Abdul Karim Nasution, S.E., M.M., serta Direktur Utama Perumda Tirta Nauli, Khairunnas Panggabean, S.Pd., beserta staf mengikuti rapat koordinasi (rakor) pemenuhan dokumen jaminan dan pernyataan proyek pemasangan pipa melalui zoom meeting. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruangan Command Center, Kantor Wali Kota Sibolga, pada Selasa (20/10/2026) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sibolga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pembangunan infrastruktur air minum di Kota Sibolga pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada tahun 2025.

Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga terus mendukung keberlanjutan pembangunan tersebut, meskipun masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan yang perlu diselesaikan bersama.

Wali Kota menjelaskan bahwa terdapat tiga area utama dalam progres pembangunan infrastruktur air minum di Kota Sibolga, yakni Sarudik, Aek Doras, dan Aek Parombunan.

Untuk area Aek Parombunan, jaringan air minum telah berfungsi dengan baik dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat, khususnya warga yang menempati hunian tetap (huntap). Namun, pembangunan huntap tahap kedua sebanyak 86 unit masih berlangsung sehingga dukungan terhadap ketersediaan infrastruktur air minum tetap diperlukan.

Sementara itu, pembangunan di area Aek Doras juga masih berproses. Wali Kota menyebutkan bahwa berdasarkan laporan Direktur Perumda Tirta Nauli, berbagai kendala yang dihadapi secara bertahap mulai dapat diselesaikan.

Terkait area Sarudik, Wali Kota menjelaskan bahwa selain kendala cuaca dan kondisi lahan, aspek legalitas tanah juga menjadi perhatian. Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan, lokasi tersebut diketahui berada dalam kawasan hutan lindung. Oleh karena itu, aspek legalitas dan kepastian hukum perlu dipastikan agar pelaksanaan pembangunan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemko Sibolga siap memberikan dukungan administratif melalui penerbitan surat dukungan yang diperlukan, termasuk untuk pembangunan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) dan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah.

Wali Kota menyoroti pemasangan pipa di Sarudik, terutama pada titik pipa 81 yang menjadi salah satu persoalan utama. Kondisi tersebut perlu segera ditangani karena ketika hujan deras terjadi, aliran air berpotensi terhenti sehingga proses pengolahan air terganggu dan dapat menimbulkan kerugian bagi Perumda Tirta Nauli.

Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemko Sibolga dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Menurut Wali Kota, sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan di Kota Sibolga. Wali Kota berharap berbagai kendala yang masih ada dapat segera dituntaskan sehingga seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai target.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I (PCKW I), Edy B. Manik, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Sibolga beserta jajaran atas dukungan yang telah diberikan selama penanganan pascabencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan administrasi, termasuk perpanjangan status transisi pascabencana.

Ia menjelaskan, terdapat tiga lokasi utama dalam penanganan infrastruktur air minum di Kota Sibolga. Di Aek Doras, direncanakan penanganan permanen melalui pembangunan saringan batu dan jaringan pipa untuk menambah suplai air. Di Sarudik, penanganan difokuskan pada jaringan pipa yang mendukung unit pengelolaan air. Sementara itu, di Aek Parombunan, jaringan air minum disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penghuni huntap.

Ia menyampaikan bahwa jaringan air minum di huntap Parombunan telah dimanfaatkan masyarakat. Secara keseluruhan, pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026, dengan pemasangan pipa di Sarudik menjadi salah satu prioritas utama. Ia juga berharap dukungan Pemko Sibolga dapat terus diberikan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Selain pembangunan jaringan air minum, penataan struktur pengelolaan juga akan dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang dibangun aman dari potensi longsor serta dapat dioperasikan secara optimal dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan perkembangan pembangunan TPA di Aek Parombunan yang telah mencapai sekitar 50 persen. Penataan tebing telah selesai dilaksanakan, sedangkan pekerjaan saat ini difokuskan pada pembangunan dan penataan kolam penampungan sampah. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

Ia berharap dukungan Wali Kota Sibolga, khususnya dalam mendorong pemenuhan dokumen yang diperlukan, agar pelaksanaan pembangunan infrastruktur air minum dan TPA dapat berjalan lancar hingga selesai.

Related Articles

Back to top button