Wali Kota Sibolga Pimpin Rakor Satgas PRR, Perkuat Sinergi Percepatan Pemulihan Pascabencana

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga dalam mempercepat pemulihan pascabencana kembali ditegaskan oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, saat memimpin Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penanganan Bencana bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana di Aula Nusantara I, Kantor Wali Kota Sibolga, pada Selasa (28/07/2026) siang.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin bersama Kepala Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas PRR Pascabencana, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, S.I.P., didampingi Kepala Posko Data Satgas PRR, Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kesuma, S.H. Turut hadir unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Sibolga, para Asisten, para pimpinan OPD, camat se-Kota Sibolga, serta jajaran Satgas PRR Wilayah Sumatera Utara.
Dalam arahannya, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, memaparkan berbagai capaian penanganan pascabencana yang telah diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Sibolga, BNPB, TNI, Polri, kementerian/lembaga, DPRD Kota Sibolga, serta berbagai mitra kemanusiaan.
Wali Kota menjelaskan bahwa seluruh kecamatan di Kota Sibolga terdampak bencana yang terjadi pada November tahun lalu. Namun, berkat sinergi seluruh pihak, proses pemulihan menunjukkan perkembangan yang signifikan, mulai dari penyaluran santunan kepada korban, rehabilitasi rumah warga, hingga pembangunan hunian tetap (Huntap).
“Hingga saat ini sebanyak 114 unit Huntap telah diserahkan kepada masyarakat. Hal tersebut dapat terlaksana karena Pemerintah Kota Sibolga bersama DPRD Kota Sibolga mengambil langkah cepat dengan menghibahkan lahan milik pemerintah daerah untuk pembangunan Huntap,” jelas Wali Kota.
Menurut Wali Kota, langkah tersebut menjadikan Kota Sibolga sebagai satu-satunya pemerintah kabupaten/kota penerima bantuan Huntap dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang langsung menyerahkan sertifikat kepada para penerima manfaat, sehingga memberikan kepastian hukum sekaligus rasa aman bagi masyarakat.
Selain pembangunan Huntap, Wali Kota juga menyampaikan berbagai program pemulihan yang telah mendapat dukungan Pemerintah Pusat, antara lain pembangunan intake PDAM yang rusak akibat bencana, pembangunan sarana pengelolaan sampah dan limbah, penanganan sejumlah ruas jalan, hingga pembangunan sabo dam di kawasan Sungai Aek Doras sebagai upaya mitigasi bencana.
Meski berbagai program telah berjalan, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sibolga tidak hanya menunggu realisasi program dari Pemerintah Pusat. Ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih proaktif berkoordinasi dengan kementerian terkait sehingga setiap program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan tepat sasaran.

“Saya minta seluruh OPD mempelajari setiap program yang dialokasikan pemerintah pusat. Jangan hanya menunggu, tetapi jemput bola. Jika ada kendala lahan, segera kita siapkan. Jika ada kendala administrasi, segera diselesaikan. Dengan demikian, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berlangsung lebih cepat demi kepentingan masyarakat,” tegas Wali Kota.
Selain itu, Wali Kota meminta seluruh perangkat daerah menyinkronkan data dengan Satgas PRR maupun kementerian terkait agar seluruh usulan penanganan pascabencana dapat terakomodasi secara optimal, termasuk usulan bantuan stimulan bagi masyarakat yang masih dalam proses pendataan.
Sementara itu, Kepala Koordinator Wilayah Satgas PRR Sumatera Utara, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, menyampaikan apresiasi atas progres pemulihan yang telah dicapai Kota Sibolga.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil monitoring terhadap 13 indikator pemulihan pascabencana, sebagian besar indikator di Kota Sibolga telah berada pada kategori hijau, yang menunjukkan berbagai layanan publik dan infrastruktur telah kembali berfungsi.
“Kota Sibolga merupakan salah satu daerah yang terdampak cukup berat saat bencana. Namun, dalam waktu yang relatif singkat, banyak indikator pemulihan yang sudah berstatus hijau. Ini merupakan hasil kerja keras dan kerja cerdas Bapak Wali Kota beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Sibolga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Satgas PRR terus mengawal pemanfaatan dana transfer ke daerah maupun program kementerian agar seluruh bantuan Pemerintah Pusat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Posko Data Satgas PRR, Kolonel, Inf. Tamimi Hendra Kesuma, meminta seluruh perangkat daerah terus meningkatkan koordinasi dengan Satgas maupun kementerian terkait agar setiap kendala di lapangan dapat segera diselesaikan.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Sibolga dalam mengusulkan data tambahan penerima bantuan stimulan serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga nonpemerintah guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Kecepatan Pemerintah Kota Sibolga dalam menindaklanjuti berbagai program pemulihan patut diapresiasi. Kolaborasi yang dibangun menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” ungkapnya.
Rapat koordinasi tersebut juga diisi dengan pemaparan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satgas PRR, dan perangkat daerah terkait mengenai perkembangan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kota Sibolga. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menyinkronkan berbagai program lintas sektor.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Sibolga bersama Satgas PRR menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, serta menghadirkan pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Sibolga. Kegiatan diakhiri dengan peninjauan agenda lanjutan dan foto bersama seluruh peserta rapat.


