Wakil Wali Kota Sibolga Lepas Empat Catar Politeknik KP Dumai, Tekankan Pentingnya Menyelesaikan Pendidikan

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Setelah hampir dua bulan mengikuti pembinaan, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga bersama Dewan Pendidikan Kota Sibolga secara resmi melepas empat Calon Taruna (Catar) Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Dumai yang dinyatakan lulus seleksi. Pelepasan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing, di Aula Nusantara Kantor Wali Kota Sibolga, pada Jumat (31/07/2026).
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Sibolga berpesan agar para Catar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
“Kepada anak-anak kami yang akan berangkat, tetap semangat belajar. Di sana tidak dipungut biaya sekolah maupun biaya asrama, semuanya gratis. Kami juga berharap kepada para orang tua agar terus mendukung anak-anak ini. Jangan sampai putus sekolah, harus sampai tamat,” pesan Wakil Wali Kota.

Wakil Wali Kota juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai hanya menerima 78 mahasiswa dari 38 provinsi di Indonesia. Dengan kuota yang terbatas tersebut, keberhasilan empat putra daerah Sibolga lolos seleksi merupakan capaian yang patut disyukuri.
“Kita patut bersyukur ada empat peserta dari Sibolga yang berhasil lulus. Tahun ini jumlah penerimaan berkurang menjadi hanya 78 orang dari 38 provinsi. Secara hitungan, setiap provinsi hanya sekitar dua hingga tiga orang, tetapi Sibolga mampu meloloskan empat orang,” ungkap Wakil Wali Kota.
Wakil Wali Kota juga menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimiliki Pemko Sibolga, seluruh alumni Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai asal Sibolga dan Tapanuli Tengah telah bekerja.
“Kami sudah cek, tidak ada satu pun alumni asal Sibolga-Tapanuli Tengah yang menganggur. Kalian juga harus seperti itu. Sekolah yang bekerja sama dengan Pemko ini merupakan lembaga pendidikan yang berkualitas dan memiliki prospek kerja yang baik,” tegas Wakil Wali Kota.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan kehadiran enam alumni Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai pada acara pelepasan. Dari jumlah tersebut, dua orang akan berangkat bekerja ke Korea Selatan, satu orang bekerja di perusahaan di Jakarta, dua orang bekerja di perusahaan perikanan terbesar di Belawan, dan satu orang akan berangkat bekerja di perusahaan perikanan di Bali.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pendidikan Kota Sibolga, Hendra Saputra, S.E., M.Pd., menjelaskan bahwa sebelumnya sebanyak 17 Catar mengikuti seleksi di Kompleks Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Pondok Batu, Kabupaten Tapanuli Tengah. Dari proses seleksi tersebut, hanya empat peserta yang dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan serta masuk asrama.

Adapun tiga Catar diterima pada Program Studi Perikanan Tangkap (PTK), yakni Dhaffa El Syihab Lubis, Muhammad Arya, dan Ridho Aditya Piliang. Sementara itu, Rajul Fernando Pardede diterima pada Program Studi Mekanisasi Perikanan Kapal (MPK).
Pada acara pelepasan yang turut dihadiri pengurus Dewan Pendidikan Kota Sibolga dan para orang tua Catar, Wakil Wali Kota didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, Rosidah Lubis, S.S., M.M., menyerahkan bantuan dari Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, berupa uang tunai sebesar Rp1 juta kepada masing-masing Catar. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu biaya keberangkatan dan kebutuhan awal selama tinggal di asrama.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, Rosidah Lubis, S.S., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga yang terus memberikan dukungan kepada putra-putri terbaik Sibolga dan Tapanuli Tengah, khususnya dari keluarga kurang mampu, untuk memperoleh pendidikan gratis di Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai.

“Kesempatan ini tidak mudah diperoleh karena banyak peserta dari berbagai daerah yang ingin diterima. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan buktikan bahwa kalian mampu menyelesaikan pendidikan dengan prestasi,” ucapnya.
Acara pelepasan ditutup dengan sesi tanya jawab antara para Catar dan alumni Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai mengenai kehidupan di asrama, proses perkuliahan, serta prospek kerja setelah lulus.



