Antisipasi Luapan Sungai Saat Musim Hujan, Wali Kota Sibolga Tinjau Sedimentasi di Hulu Aek Doras

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Mengantisipasi potensi bencana akibat tingginya intensitas curah hujan, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Sibolga, Riwansyah, S.ST., M.M., meninjau langsung kondisi sedimentasi dan tumpukan material bebatuan di kawasan hulu Sungai Aek Doras, pada Senin (12/10/2026) pagi.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif menyusul peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Utara, khususnya Kota Sibolga. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi luapan sungai yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa peningkatan intensitas hujan pada bulan Oktober perlu diwaspadai bersama. Oleh karena itu, pemantauan langsung dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini Sungai Aek Doras sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan yang diperlukan.

Wali Kota menjelaskan, penanganan Sungai Aek Doras saat ini tengah berlangsung secara bertahap dari wilayah hilir menuju hulu. Namun, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, masih ditemukan tumpukan material bebatuan dan sedimentasi yang cukup tinggi di kawasan hulu sehingga menyebabkan alur sungai menyempit dan mengalami pendangkalan.
Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air, terutama ketika debit sungai meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, air sungai dapat meluap hingga ke bahu dan badan jalan, sehingga membahayakan pengguna jalan serta masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Wali Kota menginstruksikan Plt. Kepala Dinas PUPR Kota Sibolga untuk segera mengkaji langkah penanganan teknis yang diperlukan, termasuk kemungkinan penggeseran atau pengerukan material bebatuan guna memperlancar aliran air dan meminimalkan risiko luapan sungai.

“Saya telah menugaskan Dinas PUPR untuk segera mengkaji dan mencari solusi teknis, apakah dengan menggeser atau mengeruk bebatuan tersebut, agar ketika debit air meningkat, alirannya tidak lagi meluap ke bahu maupun badan jalan,” tegas Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa penanganan permanen Sungai Aek Doras juga sedang dilaksanakan secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia melalui pembangunan tanggul yang dimulai dari kawasan hilir, dekat SMA Negeri 1 Sibolga, menuju ke arah hulu.
Meski demikian, Pemerintah Kota Sibolga tetap berupaya melakukan langkah-langkah antisipatif tanpa harus menunggu seluruh tahapan pembangunan tanggul dari pemerintah pusat selesai. Upaya percepatan penanganan diperlukan, khususnya di titik-titik yang berpotensi menimbulkan luapan air saat curah hujan meningkat.

“Pembangunan tanggul oleh Kementerian PU terus berproses secara bertahap dari bawah ke atas. Namun, Pemko Sibolga harus proaktif mencari langkah antisipasi agar persoalan ini dapat segera ditangani sebelum pengerjaan dari pemerintah pusat mencapai kawasan hulu. Harus ada tindakan nyata dari pemerintah kota untuk memastikan masyarakat, khususnya yang berada di kawasan hulu, merasa aman dan terlindungi,” ujar Wali Kota.
Langkah cepat yang dilakukan Wali Kota Sibolga ini menunjukkan respons pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi bencana serta mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Melalui peninjauan ini, Pemko Sibolga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan guna meminimalkan risiko luapan Sungai Aek Doras serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas pengguna jalan di sekitarnya.


