BeritaLaporan Liputan
Sekda Kota Sibolga Resmi Buka Ngibar Sensus Ekonomi 2026

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M., didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sibolga, Romatua Hasonangan Panjaitan, S.H., resmi membuka kegiatan Pengisian Mandiri Bersama (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sibolga, bertempat di Aula Nusantara I, Kantor Wali Kota Sibolga, pada Kamis (21/05/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPS Kota Sibolga atas pelaksanaan kegiatan Ngibar Sensus Ekonomi 2026 tersebut.
Sekda menjelaskan bahwa sensus ekonomi yang dilaksanakan hari ini dan beberapa waktu sebelumnya bertujuan untuk mengukur potensi ekonomi yang ada di Kota Sibolga, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor usaha lainnya.
“Pemerintah Kota Sibolga berharap kepada seluruh pelaku usaha dan UMKM agar dapat memberikan data yang sebenar-benarnya. Sebab, data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam mendukung perkembangan dan pembangunan ekonomi di Kota Sibolga,” jelas Sekda.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Sibolga, M. Iriansyah Harahap, menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan penetapan pajak, sehingga masyarakat maupun pelaku usaha tidak perlu khawatir dalam memberikan informasi yang dibutuhkan.

Selanjutnya, Statistisi Ahli Muda BPS Kota Sibolga, Walter Situmeang, memaparkan materi terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.
Selain itu, sensus ini juga bertujuan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan di Indonesia dan dilakukan setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam, yakni 1986, 1996, 2006, 2016, dan 2026. Adapun cakupan unit usaha dalam SE2026 meliputi establishment, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), serta UB (Usaha Besar), dengan cakupan wilayah seluruh Indonesia yang meliputi 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Untuk perusahaan besar, pendataan dilakukan melalui prelist SBR dengan periode pengumpulan data pada 1 hingga 30 Mei 2026. Sementara itu, pendataan perusahaan mikro, kecil, dan menengah dilaksanakan pada periode 16 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pengisian Mandiri Bersama (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 yang diikuti oleh para peserta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bank Indonesia, perwakilan perbankan, serta para pelaku usaha di Kota Sibolga

