Wali Kota Sibolga Ikuti HLM dan Capacity Building TP2DD, Perkuat Digitalisasi Transaksi Daerah

Dinas Kominfo Kota Sibolga | BALI – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga terus memperkuat percepatan dan perluasan digitalisasi daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, dalam pelaksanaan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Wilayah Kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin dan Selasa tanggal 21 dan 22 September 2026, mulai pukul 08.30 WITA, bertempat di Meeting Room Tribe Bali Kuta Beach.
Pelaksanaan HLM dan Capacity Building TP2DD menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan sinergi antarpemerintah daerah bersama Bank Indonesia, perbankan, serta pemangku kepentingan terkait dalam mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan perluasan ekosistem transaksi digital di daerah.

Bagi Pemerintah Kota Sibolga, percepatan digitalisasi transaksi daerah menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, efektif, dan efisien. Pemanfaatan sistem pembayaran non tunai juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemerintah daerah.
Digitalisasi transaksi terus didorong, khususnya pada sektor penerimaan daerah melalui pembayaran pajak dan retribusi secara non tunai. Sejumlah jenis penerimaan yang diarahkan untuk memanfaatkan kanal pembayaran digital antara lain Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Pajak Reklame, Pajak Kendaraan Bermotor, serta berbagai jenis retribusi daerah.
Penerapan transaksi secara digital memberikan kemudahan dalam proses pembayaran sekaligus mendukung pencatatan transaksi secara elektronik. Kondisi tersebut dapat memperkuat proses monitoring dan evaluasi penerimaan daerah serta membantu pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan transaksi secara lebih tertib.
Selain mendukung peningkatan transparansi dan akuntabilitas, perluasan transaksi non tunai juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sistem pembayaran yang semakin terintegrasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kanal pembayaran sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan penerimaan daerah.

Melalui TP2DD, Pemko Sibolga terus memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan pihak terkait lainnya guna mendorong penerapan transaksi digital secara lebih luas dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas serta pemahaman mengenai digitalisasi transaksi juga menjadi bagian penting dalam memastikan penerapannya dapat berjalan secara efektif.
Keikutsertaan dalam HLM dan Capacity Building TP2DD se-Wilayah Kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga diharapkan semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kota Sibolga dalam membangun ekosistem transaksi digital daerah yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Percepatan digitalisasi daerah menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Sibolga dalam mendukung modernisasi tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah guna mendukung pembangunan Kota Sibolga.

