BeritaLaporan Liputan

Wali Kota Sibolga Dukung Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi El Nino melalui Rakor Pengendalian Inflasi Nasional

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengendalian inflasi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Fenomena El Nino.

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting dari Ruangan Command Center, Kantor Wali Kota Sibolga, pada Senin (29/06/2026) tersebut diikuti oleh Wali Kota Sibolga yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M., didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sibolga, Josua Hutapea, S.Sos., Plt. Kepala Bagian Kesra Setda Kota Sibolga, Lely Erliani Batubara, S.IP., serta Plt. Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sibolga, Sriayu Aritha Panggabean, S.H., M.H.

Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, serta dihadiri para pejabat dari kementerian dan lembaga terkait.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh pemerintah daerah terhadap potensi dampak fenomena El Nino. Menurutnya, kondisi cuaca yang lebih panas dengan curah hujan yang minim berpotensi menyebabkan kekurangan air, memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengganggu sektor pertanian dan perkebunan sehingga menurunkan produksi pangan, serta berdampak pada meningkatnya risiko inflasi. Selain itu, menurunnya debit air di bendungan juga dapat memengaruhi produksi energi apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Rakor ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi bencana kekeringan akibat fenomena El Nino. Pembahasan difokuskan pada langkah-langkah antisipatif, termasuk pengelolaan sumber daya air, penguatan ketahanan pangan, dan upaya mitigasi risiko di berbagai sektor.

Sebagai bagian dari sosialisasi, rakor menghadirkan narasumber dari Deputi Bidang Koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU). Para narasumber memaparkan prakiraan kondisi iklim, potensi dampak El Nino, strategi mitigasi bencana, hingga upaya menjaga ketersediaan sumber daya air di berbagai daerah.

Selain itu, dibahas pula peran aktif pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan air bersih, menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

Melalui keikutsertaan dalam rakor tersebut, Pemerintah Kota Sibolga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mengendalikan inflasi, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi kepentingan masyarakat.

Related Articles

Back to top button