Laporan Liputan

Wakil Wali Kota Sibolga Apresiasi Simulasi Tanggap Darurat Pertamina, Tekankan Pentingnya Sinergi

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing, menyaksikan simulasi keadaan darurat tingkat satu (Emergency Drill & Exercise) Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sibolga, Jalan Janggi, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, pada Rabu (28/10/2026) pagi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Dr. (HC) H.M. Jamil Zeb Tumori, S.H., M.A.P., M.I.Kom., para Staf Ahli dan Asisten Setda Sibolga, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sibolga, Fadlan Satia Siregar, S.STP., Plt. Kepala Satpol PP Kota Sibolga, Muhammad Rasyd Manalu, S.Pd., M.I.Kom., General Manager (GM) Fuel Terminal Pertamina Sibolga, Zainal Arifien, beserta jajaran, camat se-Kota Sibolga, lurah se-Kecamatan Sibolga Kota, serta masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Simulasi yang dilaksanakan di area loading terminal tersebut melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Kegiatan ini bertujuan menguji dan mengevaluasi penerapan Emergency Response Plan (ERP), sekaligus melatih kesiapan tim tanggap darurat yang terdiri atas Fire Brigade, tim medis, tim keamanan, dan Site Emergency Response Team (SERT).

Selain latihan penanganan insiden, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, meliputi pengenalan jalur evakuasi, nomor kontak darurat, serta prosedur keselamatan yang perlu dipahami apabila terjadi keadaan darurat di kawasan operasional Pertamina.

Skenario latihan mencakup pembentukan posko kendali di lokasi kejadian dan kantor unit di Medan. Dalam simulasi tersebut, Fuel Terminal Sibolga diasumsikan mengalami gangguan operasional akibat kerusakan sarana dan prasarana vital yang berdampak terhadap penyaluran bahan bakar minyak (BBM).

Menanggapi skenario tersebut, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas wilayah, terutama dengan mempertimbangkan pengalaman bencana hidrometeorologi yang sebelumnya berdampak terhadap distribusi BBM. Saat itu, gangguan pasokan dan jaringan listrik menyebabkan distribusi BBM terbatas pada wilayah Tano Ponggol atau Pandan hingga Poriaha.

Kondisi tersebut menjadi pelajaran penting mengenai perlunya langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran pasokan energi. Koordinasi pengalihan pasokan dari sejumlah wilayah, seperti Siantar, Dumai, dan Teluk Kabung, yang dikoordinasikan dari Medan, perlu dipersiapkan dengan baik agar kebutuhan BBM di Sibolga, Padangsidimpuan, Tarutung, dan wilayah sekitarnya tetap terpenuhi ketika terjadi gangguan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada manajemen Pertamina atas pelaksanaan simulasi tanggap darurat secara berkesinambungan. Wakil Wali Kota menilai kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat Fuel Terminal Sibolga merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang berada berdekatan dengan kawasan permukiman masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah proaktif Pertamina. Objek vital ini memiliki risiko tinggi karena berdampingan dengan permukiman. Meski berada dekat permukiman, Fuel Terminal Sibolga telah dilengkapi dengan sistem pengamanan berlapis dan prosedur keselamatan sesuai standar Obvitnas. Melalui simulasi rutin yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP ini, kita harapkan koordinasi, komunikasi, dan kecepatan tanggap darurat antarinstansi semakin terintegrasi dengan baik di lapangan,” ujar Wakil Wali Kota.

Wakil Wali Kota juga menekankan bahwa latihan secara berkala diperlukan untuk membangun kesiapan personel dan seluruh unsur terkait agar dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila menghadapi keadaan darurat yang sesungguhnya.

Sementara itu, GM Fuel Terminal Pertamina Sibolga, Zainal Arifien, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Sibolga dan seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen Pertamina untuk terus melakukan evaluasi dan mengoptimalkan pelayanan serta sistem pengamanan pasokan energi.

Ia berharap seluruh sarana, peralatan, dan sistem penanggulangan keadaan darurat yang dimiliki Pertamina dapat terus dimanfaatkan dalam kegiatan latihan dan pencegahan, sehingga risiko terjadinya insiden dapat diminimalkan.

“Harapan kami, seluruh peralatan canggih dan sarana pemadam yang ada ini hanya digunakan untuk latihan, dan tidak pernah harus dipakai dalam kejadian yang sebenarnya. Semoga kewaspadaan yang tinggi ini membuat kita senantiasa siap dan terlindungi,” ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama serta penyampaian masukan dari unsur pemerintah dan mitra kerja sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas penanganan keadaan darurat pada masa mendatang.

Related Articles

Back to top button