BeritaLaporan Liputan

Rakor Bersama Mendagri RI, Pemko Sibolga Paparkan Kondisi Pemulihan Pascabencana

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual melalui zoom meeting terkait pengecekan indikator pemulihan pemerintahan dan kemasyarakatan pascabencana di wilayah Sumatera Utara. Mewakili Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M., mengikuti kegiatan tersebut dari Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Sibolga, pada Jumat (09/01/2026) pagi.
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI), Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
Dalam rakor tersebut, Mendagri RI menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk melakukan pengecekan daerah-daerah yang sudah mendekati kondisi normal maupun yang belum normal pascabencana. Daerah yang belum normal akan didorong melalui semangat gotong royong agar segera kembali pulih, sedangkan daerah yang sudah normal akan dilakukan penguatan atau pemolesan.
Berdasarkan data sementara, di Provinsi Sumatera Utara terdapat 13 daerah yang sudah mendekati normal dan 5 daerah yang belum mendekati normal, yaitu Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Kota Sibolga.
Normalisasi juga diukur dari sisi pemerintahan dan situasi kemasyarakatan, yakni apakah roda pemerintahan telah berjalan dengan lancar atau masih mengalami gangguan.
Dalam paparannya, Sekretaris Daerah Kota Sibolga, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan pemerintahan di Kota Sibolga, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota, telah berjalan sepenuhnya. Pelayanan publik, baik di rumah sakit umum daerah maupun swasta, puskesmas sebanyak 5 unit, puskesmas pembantu (pustu) sebanyak 13 unit, serta klinik-klinik kesehatan juga telah beroperasi.
Namun demikian, terdapat satu puskesmas pembantu yang mengalami kerusakan berat dan telah ditinjau oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta direncanakan untuk direlokasi. Sementara itu, pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Hutabarangan dialihkan sementara ke Rumah Dinas Kesehatan yang lokasinya tidak jauh dari puskesmas pembantu tersebut.
Untuk fasilitas pelayanan publik lainnya, masih terdapat kendala pada pelayanan air bersih. Saat ini sekitar 95 persen aliran air bersih telah mengalir ke seluruh kecamatan di Kota Sibolga. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya pulih akibat adanya infrastruktur yang mengalami kerusakan. Meski demikian, secara umum pelayanan air bersih di Kota Sibolga telah berjalan dengan lancar.
Pada sektor pendidikan, sejak 5 Januari 2026 proses belajar mengajar di seluruh sekolah di Kota Sibolga telah kembali berjalan. Terdapat satu PAUD yang mengalami kerusakan berat, empat Sekolah Dasar mengalami kerusakan ringan, serta satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengalami kerusakan berat. Untuk SMP Negeri 8 yang mengalami kerusakan berat, proses belajar mengajar sementara dipindahkan ke SMP Negeri 7, sehingga kegiatan pendidikan tetap berjalan.
Untuk akses darat, jalan menuju Kota Sibolga dari arah Tarutung melalui Batu Lubang saat ini dalam kondisi cukup rusak. Namun masih tersedia jalur alternatif melalui Sibunga-bunga. Jalan nasional di dalam kota terdapat empat ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang. Sementara jalan provinsi terdapat satu ruas menuju lokasi hunian tetap (Huntap) yang mengalami putus dan amblas, namun masih tersedia jalur alternatif menuju lokasi tersebut.
Selain itu, jalan kota terdapat 32 ruas yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, serta satu jembatan putus yang menghubungkan antar-kelurahan. Dampak banjir dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, juga menyebabkan seluruh drainase di Kota Sibolga mengalami sedimentasi, sehingga apabila hujan berlangsung sekitar dua jam, berpotensi menimbulkan banjir.
Pada sektor perekonomian, aktivitas pasar, restoran, warung, toko-toko, dan hotel hingga saat ini telah berjalan. Namun demikian, masih terdapat kendala terkait stabilitas ketersediaan kebutuhan pokok. Selain itu, sebagian besar masyarakat Kota Sibolga berprofesi sebagai nelayan yang belum dapat sepenuhnya melaut akibat kondisi cuaca yang belum stabil, dengan intensitas hujan dan gelombang laut yang masih cukup tinggi.
Untuk kegiatan sosial dan keagamaan, beberapa rumah ibadah, baik masjid maupun gereja, sempat tergenang saat terjadinya banjir. Namun hingga saat ini, kegiatan ibadah di rumah-rumah ibadah tersebut telah kembali berjalan.
Selain itu, beberapa waktu lalu Yayasan Buddha Tzu Chi telah melakukan penandatanganan kontrak kerja dengan pihak kontraktor untuk memulai pembangunan hunian tetap (Huntap), dan saat ini proses pembangunannya telah mulai berjalan.
Rapat koordinasi tersebut turut diikuti oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Sibolga, Josua Hutapea, S.Sos., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sibolga, Ramayana Tambunan, S.T., Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, S.KM., M.Si., Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sibolga, Arif Rahman, S.T., Camat Sibolga Utara, Santi Panggabean, serta perwakilan BPBD Kota Sibolga Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, R. Silitonga.

Related Articles

Back to top button