Pemko Sibolga Hadiri Seminar Forensic Dentistry Pacific Partnership, Tingkatkan Kompetensi Dokter Gigi

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui Dinas Kesehatan Kota Sibolga menghadiri kegiatan Pacific Partnership Seminar Forensic Dentistry yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Sibolga, pada Kamis (23/07/2026) pagi. Pada kegiatan tersebut, Kepala Subbagian Program Dinas Kesehatan Kota Sibolga mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Tafnan Albar Silitonga, S.Farm., Apt., didampingi Koordinator Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Elmika Rosadi Manurung.
Seminar Forensic Dentistry yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ajang peningkatan kompetensi bagi para dokter gigi Indonesia di bidang odontologi forensik. Kegiatan tersebut membahas peran penting ilmu kedokteran gigi dalam proses identifikasi korban bencana maupun kecelakaan massal melalui analisis forensik gigi, serta pendalaman materi mengenai dental pathology, dental trauma, oral surgery, dan penanganan jaringan lunak (soft tissue).

Seminar ini menghadirkan para pakar internasional, yakni Dr. Baumann (Amerika Serikat), Dr. Mark (Kanada), Dr. Ricks (Amerika Serikat), Dr. Bischoff (Amerika Serikat), dan Dr. Bruckner (Jerman), yang berbagi pengalaman serta praktik terbaik berdasarkan penanganan berbagai kasus forensik di tingkat internasional.
Pada hari pertama, materi pembuka disampaikan oleh Dr. Baumann yang menjelaskan konsep dasar forensic dentistry serta peran strategis dokter gigi dalam proses identifikasi korban. Setelah sesi teori, para peserta mengikuti praktik pencocokan data postmortem dengan antemortem, yakni membandingkan kondisi gigi korban setelah meninggal dengan rekam medis gigi semasa hidup. Sesi praktik tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai metode identifikasi yang menjadi salah satu standar dalam investigasi forensik. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif berdiskusi, serta berpartisipasi dalam latihan yang dipandu para narasumber.
Memasuki hari kedua pelaksanaan seminar, para peserta mempelajari studi kasus kecelakaan pesawat berskala besar. Melalui simulasi tersebut, para dokter gigi ditugaskan melakukan proses identifikasi korban dengan mencocokkan data postmortem dan antemortem, sebagaimana prosedur yang diterapkan dalam Disaster Victim Identification (DVI). Studi kasus ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya ketelitian, kerja sama tim multidisiplin, dan akurasi data dalam proses identifikasi korban bencana.

Rangkaian seminar akan ditutup pada hari ketiga dengan pendalaman materi mengenai dental pathology, dental trauma, oral surgery, serta evaluasi soft tissue injuries dalam konteks forensik. Para narasumber akan mengulas berbagai kondisi patologis, cedera akibat trauma, serta teknik pemeriksaan yang mendukung proses identifikasi dan investigasi forensik.
Melalui seminar ini, diharapkan para dokter gigi Indonesia semakin siap berkontribusi dalam proses identifikasi korban bencana, kecelakaan massal, maupun penegakan hukum melalui penerapan ilmu forensic dentistry. Kegiatan ini juga menjadi wujud pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia agar mampu menerapkan standar dan praktik forensik yang diakui secara global.



