Pemko Sibolga Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026, Sinergi Pengamanan Mudik dan Idulfitri 1447 H

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Mewakili Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Kota Sibolga, Bustanul Arifin, S.T., M.M., menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Toba 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Polres Sibolga, pada Kamis (12/03/2026).
Dalam arahannya, Wakapolres Sibolga Kompol Arifin B. Tampubolon, S.H. menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pelaksanaan operasi. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen serta sinergisitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar.
Lebih lanjut disampaikan bahwa situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang meningkat, mulai dari konflik antara Israel dan Palestina hingga ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta memicu rangkaian aksi balasan militer dan serangan terhadap berbagai infrastruktur strategis di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, pemerintah terus menempuh langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas nasional, termasuk memperkuat diplomasi perdagangan sehingga dapat menjadi peluang bagi dunia usaha dan industri nasional untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil. Selain itu, pemerintah juga melakukan berbagai upaya untuk menjaga kestabilan harga energi dengan memberikan subsidi. Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.
Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Selain itu, Polri telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 343 Pos Terpadu, yang akan difungsikan sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa mudik Lebaran.
Untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat, pemerintah juga telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan Lebaran 2026/1447 H. SKB tersebut mengatur pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, dan ganjil-genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, serta pengalihfungsian sementara jembatan timbang sebagai tempat istirahat bagi para pengguna jalan.

Berdasarkan prediksi BMKG, secara umum potensi cuaca di wilayah Indonesia pada saat arus mudik Lebaran diperkirakan berada dalam kondisi berawan hingga hujan lebat. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan melalui penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, serta langkah-langkah penanganan bencana pada tahap pra, saat, dan pascabencana.
Seluruh pelaksanaan operasi ini juga harus didukung dengan strategi komunikasi publik yang baik. Masyarakat perlu mengetahui berbagai informasi layanan Kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, hingga penerapan rekayasa lalu lintas. Selain itu, layanan Call Center Kepolisian 110 juga dioptimalkan guna menghadirkan pelayanan yang responsif dan solutif bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut juga ditekankan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk terus meningkatkan solidaritas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas demi mewujudkan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur TNI-Polri, perwakilan Kejari, perwakilan Jasa Raharja, Dandenpom, Basarnas, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP dan Damkar Kota Sibolga.

