Pemko Sibolga dan Tim Pacific Partnership 2026 Gelar Simulasi Hospital Disaster Plan, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan menghadapi situasi darurat bencana, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui RSU dr. FL Tobing berkolaborasi dengan Tim Pacific Partnership 2026 menggelar simulasi Hospital Disaster Plan (HDP) di lingkungan RSU dr. FL Tobing, pada Selasa pagi (28/07/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sibolga, Josua Hutapea, S.Sos. Turut hadir Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi, jajaran Forkopimda Kota Sibolga, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sibolga, Fadlan Satia Siregar, S.STP., Plt. Direktur RSU dr. FL Tobing, dr. Masdyana Doloksaribu, MARS., serta delegasi Tim Pacific Partnership 2026.

Simulasi Hospital Disaster Plan melibatkan seluruh unsur rumah sakit, mulai dari tenaga medis, manajemen, hingga petugas pendukung. Dengan mengangkat skenario bencana gempa bumi, simulasi dirancang secara realistis untuk menggambarkan kondisi darurat yang mungkin terjadi. Dalam pelaksanaannya, seluruh personel mempraktikkan prosedur evakuasi pasien, pendirian tenda medis darurat, serta penanganan korban secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar penanggulangan bencana.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas RSU dr. FL Tobing dalam melindungi fasilitas, pasien, pengunjung, serta seluruh tenaga kesehatan ketika terjadi bencana, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap dapat berlangsung secara optimal dalam situasi darurat. Selain itu, simulasi ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan seluruh sumber daya manusia rumah sakit agar mampu merespons setiap potensi bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Manajemen RSU dr. FL Tobing menekankan komitmennya untuk terus memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta membangun budaya keselamatan di lingkungan rumah sakit demi menjamin keamanan pasien, pengunjung, dan seluruh tenaga kesehatan dalam berbagai kondisi.
Melalui kolaborasi dalam Pacific Partnership 2026 ini, Pemko Sibolga berharap sinergi antara Indonesia dan negara-negara mitra semakin kuat, sehingga mampu meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, memperkuat mutu pelayanan kesehatan, serta mempererat hubungan persahabatan internasional dalam mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang aman, tangguh, dan sejahtera.

