Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga Serius Turunkan Stunting

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Dalam kepemimpinan Wali Kota Sibolga H. Jamaluddin Pohan dan Wakil Wali Kota SIbolga Pantas maruba Lumban Tobing, intens dan serius melakukan percepatan penurunan stunting di Kota Sibolga. Bukan sekedar mewujudkan visi Sibolga Sehat, Pintar dan Makmur, akan tetapi, meletakkan perhatian pada kebutuhan dan hak dasar hidup manusia, yang tentunya berawal dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Bertempat di Gedung Nasional Kota Sibolga, tiga rangkaian kegiatan dilaksanakan sekaligus, pada Jumat (23/12/22) pagi.

Pemberian Multivitamin bagi Keluarga Berisiko Stunting

Dalam sambutan Wali Kota mencontohkan diri sendiri telah menerapkan mars KB untuk membentuk keluarga yang sehat, “Tidak ada lagi istilah banyak anak banyak rezeki. Itu dulu. Dengan berencana keluarga menjadi sehat, bukan sehat gizi saja, semua akan sehat. Sehat pendidikan, kepintaran, gizi dan makanan cukup. Kesehatan tidak terganggu, karena diberikan secara cukup.”

“Ibu-ibu berikan pengertian kepada para suami. Supaya ikut keluarga berencana. Keluarga berencana itu keren. Pasti. Itulah sehatnya keluarga,” ajak Wali Kota, sembari menyampaikan harapan kepada Wakil Wali Kota selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), juga Kadis PPKB, agar, “Tahun 2023 harus turun (prevalensi stunting Kota Sibolga), harus bisa mencapai 15%, kalau bisa dibawahnya lagi.”

Keterbatasan akses informasi di kalangan masyarakat yang berstatus ekonomi rendah, Wali Kota juga menekankan peran aktif para kader pendamping. “Kader-kader pendamping agar dapat menyosialisasikan kepada para ibu. Ibu-ibu yang subur supaya bisa mengajak suaminya berencana berkeluarga. Kalau tidak ada informasi, pengawalan, ya tidak tahu,” tegas Wali Kota.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mhd. Irzal, S.E., M.E. menegaskan, “Dua anak lebih sehat. Sehat lingkungan, pendidikan, kesehatan, kesehatan reproduksi, ekonomi dan ibadahnya. Jadi Sehat disini dalam arti makro. Artinya, jika hamil tidak sehat, ya berisiko stunting. Stunting merupakan akibat kekurangan gizi kronis.”

Kadis PPKB, Richard M. Pangaribuan, S.Si., A.Pt., M.Kes. dalam laporannya menyampaikan bahwa multivitamin untuk balita stunting diberikan kepada 235 balita, multivitamin ibu hamil kepada 250 ibu, dan multivitamin ibu menyusui juga diberikan kepada 250 ibu.

Pada kesempatan ini, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Ketua TP. PKK Kota Sibolga dikukuhkan sebagai TPPS Kota Sibolga oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, yang ditandai dengan penyematan Rompi TPPS Provinsi Sumatera Utara.

Serta, pemberian sertifikat pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting Kota Sibolga kepada Wali Kota dengan jumlah 10 anak asuh, Wakil Wali Kota dengan 5 anak asuh, Ketua TP. PKK juga dengan 10 anak asuh, Kapolres Sibolga dengan 2 orang anak asuh, dengan sumber dana dari gaji pribadi. Selain itu, Kadis PPKB, Kadis Kesehatan Kota Sibolga, dan BPJS Ketenagakerjaan turut menerima pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting Kota Sibolga.

Penutupan Momentum Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan Kota Sibolga

Ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua TP. PKK Kota Sibolga Ny. Farida Hannum Jamaluddin Pohan, menutup momentum Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan Kota Sibolga.

Pelayanan KB gratis, kolaborasi TP. PKK Kota Sibolga dengan Dinas PPKB telah berlangsung selama beberapa bulan, dan tercapai 100%. Pelayanan KB gratis ini disambut antusias oleh masyarakat Kota Sibolga, seperti yang berlangsung pada Kamis (22/12/22) lalu, 170 aseptor memasang KB dengan jenis IUD dan implant, sesuai target, juga terpenuhi 100%.

Launching DASHAT di 8 Kampung KB Kota Sibolga

Selanjutnya, menuju pelataran Gedung Nasional, Wali Kota Sibolga, Wakil Wali Kota Sibolga, Ketua TP. PKK Kota Sibolga, bersama seluruh unsur Forkopimda berhadir melaunching program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sekaligus penyerahan bantuan peralatan pendukung operasional DASHAT untuk 8 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Adapun, 8 kampung KB tersebut, yakni Kelurahan Pancuran Bambu, Kelurahan Sibolga Ilir, Kelurahan Pasar Belakang, Kelurahan Pancuran Pinang, Kelurahan Aek Muara Pinang, Kelurahan Simare-mare, Kelurahan Pancuran Gerobak, dan Kelurahan Aek Parombunan.

Sekaligus, pemberian makanan sehat bagi keluarga berisiko stunting.

 

Dalam wawancara mendalam, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara menyampaikan, “Tahun 2022, dalam realisasi anggaran untuk pelayanan kb, kota sibolga mencapai 90%. Ini merupakan prestasi. Peserta KB juga sudah berada di angka 65%. Ini adalah hasil kerjasama kita dengan rumah sakit tentara (Rumkitban/ Denkesyah 01.04.02 Kota Sibolga. Kita harap tahun 2023 TFR (angka kelahiran) harus turun di angka 2,3, unmet need (kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi) saat ini sudah berada di angka 13 %, dan ASFR (Angka Kelahiran menurut Kelompok Umur) harus meningkat angkanya, jangan turun. Oleh karenanya, menikahlah ideal, perempuan pada usia 21 tahun, dan laki-laki idealnya pada umur 25 tahun.”

Kadis PPKB juga menyampaikan, “Semoga masyarakat stunting dan kurang gizi menjadi sehat, sebagaimana visi Pemerintah Kota Sibolga untuk mewujudkan Sibolga Sehat, Pintar dan Makmur. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, dengan bantuan yang diberikan bisa terealisasi Kota Sibolga zero stunting kedepannya.”

51 tim yang terdiri dari 153 kader yang siap mendampingi keluarga stunting. Termasuk dari kelurahan yang terlibat untuk memonitor para kader, mulai dari keluarga stunting, ibu hamil, remaja yang akan menjadi calon pengantin, juga pelayanan KB yang harus dilakukan secara berkelanjutan. “Luar biasa perhatian Bapak Wali Kota Sibolga untuk pengendalian penduduk Sumatera Utara, khususnya di Kota Sibolga,” simpul Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara yang optimis dengan penanganan stunting Kota Sibolga.

Maya Kumala Sari, warga Kecamatan Sibolga Utara, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Sibolga yang telah memfasilitasi pemasangan KB implant gratis, pemberian multivitamin, juga memperhatikan dan membimbing dirinya dan anak tentang stunting, hingga terbentuknya keluarga berkualitas. “Terima kasih Pemerintah Kota Sibolga atas kontribusinya yang sudah memperhatikan kami para ibu muda yang belum tahu apa-apa untuk bisa mengerti. Terima kasih,” ucap ibu beranak dua itu.

Bagikan :