Wakil Wali Kota Sibolga Buka Kegiatan Advokasi dan KIE Tentang Stunting

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing membuka kegiatan Advokasi, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Promosi dan KIE Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam rangka percepatan penurunan stunting, serta penguatan komitmen pelaksanaan program Bina Keluarga Balita Holistik Integritas (BKB HI), yang dilaksanakan di Aula Nusantara II Kantor Wali Kota Sibolga, Pada Rabu (12/10/2022) pagi.

Kegiatan ini dimotori oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP & KB) Provinsi Sumatera Utara yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP & KB).

Kadis PP & KB Sibolga, Richard M.Pangaribuan, Apt., M.Kes, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antar OPD/Pemangku kepentingan dalam rangka percepatan penurunan stunting di kota sibolga melalui pengasuhan 1000 HPK.


Sementara itu, Sambutan Kadis PP & KB Sumut, yang dibacakan oleh siti kausyiah ginting, S.Sos.,M.Si.,mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam rencama pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2022-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4 peresn pada tahun 2021 menjadi 14 persen pada tahun 2024. “Berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia tahun 2021, angka stunting di provinsi sumatera utara adalah 25,8 persen. Hal ini berarti setiap 4 orang anak terdapat 1 orang anak yang stunting. Angka stunting tertinggi berada di kabupaten Mandailing Natal sebesar 47,7 persen dan angka stunting terendah berada di kabupaten Deli Serdang sebesar 12,5 persen,”Jelasnya.

Sambutan Wakil Wali Kota Sibolga, sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan bahwa salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. upaya ini bertujuan agar anak-anak indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. “Upaya percepatan penurunan stunting memerlukan sinergitas dan kolaborasi lintas sektor yang diwujudkan dalam bentuk dukungan anggaran kegiatan promosi media dan kie pengasuhan 1000 hpk. melalui peningkatan peran serta masyarakat dalam keikutsertaan dalam program bina keluarga balita (BKB) , bina keluarga remaja(BKR), dan juga posyandu,” Jelas Wakil Wali Kota

Wakil Wali Kota juga menegaskan kepada Stekholder yang terkait, khusunya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) agar berkomitmen bersama dalam penurunan dan pencegahan stunting di kota sibolga. “Saya minta intervensi tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi juga dilaksanakan oleh seluruh sektor terkait lainnya, karena keberhasilan program ini dipengaruhi oleh sektor non kesehatan dengan proporsi dukungan mencapai 70 persen. dukungan tersebut diantaranya melalui pembangunan sanitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi, dan utamanya pemahaman secara baik serta kepedulian masing-masing individu dan masyarakat dalam mengoptimalkan perannya dalam upaya penanggulangan stunting,” Tegas Wakil Wali Kota.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasdim 0211/TT, Mayor Inf Tengku M. Khair S.E., Plt. kadis PU kota sibolga, Arif Rahman, ST., dan para perwakilan pimpinan OPD Terkait.

Bagikan :