Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

Rembuk Stunting, Wali Kota Harap Prevalensi Stunting Tahun 2022 Capai 14%

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Upaya percepatan penurunan stunting terintegrasi tingkat Kota Sibolga, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Rembuk Stunting sekaligus Penandatanganan Komitmen bersama Para Pihak. Pada kesempatan ini, Wali Kota Sibolga, H. Jamaluddin Pohan didampingi Sekda Kota Sibolga, M. Yusuf Batubara, S.K.M., M.M. dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Josua Hutapea, S.Sos., membuka acara tersebut di Aula Nusantara I Kantor Wali Kota Sibolga, pada Rabu (27/07/22) pagi.

Dalam laporannya, Ketua panitia pelaksana Rembuk Stunting, Kepala Bappeda, Drs. Juneidi Tanjung, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini berdasarkan putusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional No.KEP.10/M.PPN/HK/02/2021 yang menetapkan Kota Sibolga sebagai salah satu perluasan lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2022. Rencana aksi percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan melalui intervensi spesifik dan sensitif di kabupaten/kota dirangkum dalam delapan aksi integrasi atau konvergensi. Kegiatan rembuk stunting hari ini merupakan aksi ke-tiga. “Diharapkan setelah kegiatan ini dan penyampaian materi dari Tenaga Ahli pada LGCB-ASR Regional 1, Ditjen Bina Bangsa Kemendagri, Rizal Effendi, seluruh pihak mampu meningkatkan peran dalam penanggulangan stunting di Kota Sibolga,” lapor Kepala Bappeda.

Dalam sambutan, Wali Kota, meminta agar intervensi tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi juga dilaksanakan oleh seluruh sektor terkait lainnya, “Karena keberhasilan program ini dipengaruhi oleh sektor non kesehatan dengan proporsi dukungan mencapai 70%. Dukungan tersebut diantaranya melalui pembangunan sanitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi dan utamanya pemahaman secara baik serta kepedulian masing-masing individu dan masyarakat dalam mengoptimalkan perannya dalam upaya penanggulangan stunting.”

“Saya berharap prevalensi stunting tahun 2021 sebesar 25,8%, kita upayakan bersama agar bisa menurun dan mencapai 14%. Mari kita dukung dan laksanakan program prioritas ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga bangsa kita, khususnya Kota Sibolga dapat bebas stunting,” tegas Wali Kota.

Selanjutnya, Penandatangan Komitmen oleh Wali Kota, anggota DPRD dari Komisi I, Hj. Nurarifah, S.K.M., Sekdakot Sibolga, perwakilan Unsur Forkopimda, para Pimpinan OPD dan Kabag terkait, perwakilan Kemenag Kota Sibolga, perwakilan TP. PKK Kota Sibolga, perwakilan unsur Instansi Vertikal, perwakilan Organisasi Profesi Bidang Kesehatan Sibolga, perwakilan Camat dan Lurah se-Kota Sibolga, serta perwakilan Forum Anak Kota Sibolga.

Bagikan :