Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

TANGGAP ISU PAHAM RADIKAL, FKUB LAKSANAKAN DIALOG INTERAKTIF

SIBOLGA – Menanggapi isu paham radikal yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Kota Sibolga saat ini, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Sibolga melaksanakan dialog interaktif bersama lintas tokoh agama, budaya, wanita dan generasi muda se-Kota Sibolga, Kamis (11/02) bertempat di Aula Nusantara Kantor Walikota Sibolga.           

Ketua Panitia H.Nurdiswar Jambak menyampaikan laporannya, bahwa dialog ini dilaksanakan guna menumbuh kembangkan kerukunan umat beragama lintas tokoh agama, budaya, wanita dan generasi muda se-Kota Sibolga. Disaat bersamaan, Ketua FKUB Kota Sibolga H. Sarmadan Daulay menuturkan bahwa dialog interaktif ini diharapkan dapat mewujudkan Kota Sibolga yang aman, nyaman, kondusif dan bebas dari pengaruh isu-isu aliran sesat yang mengemuka saat ini seperti gafatar, ISIS, teroris dan lainnya.           

Ketua DPRD Toni L. Tobing dalam sambutannya menyampaikan, Isu-isu paham radikal atau aliran sesat dapat masuk pada masyarakat diakibatkan beberapa faktor yang diantaranya kesenjangan ekonomi dan sosial yang terlalu tinggi. Sehingga hal tersebut menjadi celah yang dapat dimasuki paham radikal, aliran sesat dan bahkan teroris dalam melancarkan aksinya. 

Kakan Kemenag Kota Sibolga Drs.Fedinan Tarigan turut menambahkan, ketidakpuasan suatu umat pemeluk agama terhadap pemuka agama dan pemerintahnya juga merupakan suatu pemicu tindakan radikal. Tanggung jawab akan kerukunan antar umat beragama tidak hanya pada tokoh agamanya  tetapi juga pada generasi muda, pemerintah, tokoh budaya dan seluruh elemen mayarakat.           

Sekretaris Daerah Kota Sibolga (Sekda) Drs. M. Sugeng mewakili Walikota Sibolga menuturkan, Kota Sibolga sebagai kota berbilang kaum merupakan modal dasar yang amat bernilai dalam rangka membangun Kota Sibolga. Semangat yang tinggi akan persaudaraan, kebersamaan dan kesetiakawanan sosial dalam pergaulan hidup masyarakat merupakan kunci hidup rukun dan damainya masyarakat Sibolga.           

Kondisi rukun ini akan dapat terpelihara terus apabila para pemuka agama dapat menggunakan dan mengoptimalkan peran yang dimiliki sebagai penyampai firman-firman Tuhan di mesjid-mesjid, gereja dan vihara kepada para jemaahnya, ucapnya. 

FKUB sebagai forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan memiliki tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung dan menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat serta melakukan sosialisasi-sosialisasi peraturan perundang undangan dibidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat. 

“FKUB sebagai wadah forum kerukunan umat beragama dapat memainkan peranannya dan secara aktif melakukan dialog antar agama dalam upaya penyelesaian masalah-masalah yang dapat menggangu terciptanya kerukunan antar umat beragama, serta isu-isu radikal dan aliran sesat sesame antar umat beragama”, harapnya. 

Danrem 023/KS Kol. Inf Fachri dalam paparan yang disampaikan Dandim 0211 Tapanuli Tengah Letkol. Indra Kurnia mengatakan, keberadaan organisasi Gafatar di Kota Sibolga merupakan suatu hal yang harus di waspadai, memelihara kewaspadaan dan membangun kepekaan yang tinggi terhadap setiap keanehan atau kejanggalan perilaku baik oleh individu maupun kelompok-kelompok yang mengarah pada tindakan berbau anarkis merupakan suatu keharusan bagi setiap warga Kota Sibolga. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memperketat pengawasan dan pengamanan dilingkungan masing-masing serta mengembangkan upaya koordinasi dan membangun kerjasama yang baik antar sesama untuk membantu berbagai permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat”, ungakapnya. 

Senada dengan Danrem, Kapolresta Sibolga AKBP Didi Wahyudi, S.I.K, MM menyampaikan bahwa keberadaan organisasi Gafatar di Kota Sibolga sudah teridentifikasi oleh pihak kepolisian Sibolga sejak tahun 2012 dengan melakukan aksi sosial donor darah bekerjasama dengan PMI Kota Sibolga. Namun dalam keberadaannya, organisasi ini tidak berkembang dan hanya memiliki 4 anggota yang terdaftar namun telah mengundurkan diri. Dan  yang pelu dilakukan saat ini adalah tindakan atau upaya untuk mencegah dan menangkal paham radikalisme ini kembali berkembang di Kota Sibolga, katanya.        (Nobon)

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *