WAGUBSU TINJAU LOKASI KEBAKARAN PASAR NAULI SIBOLGA

SIBOLGA- Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Tengku Erry Nuradi turun ke lokasi kebakaran melihat secara dekat kondisi pasar Nauli Sibolga yang hangus terbakar pada Jumat (6/3) tengah malam lalu, sembari bertatap muka dengan para pedagang yang menjadi korban dari peristiwa kebakaran tersebut, Selasa (17/3) lalu.

Pada peninjauan yang didampingi Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, Plt. Bupati Tapanuli Tengah H. Sukran Jamilan Tanjung, Wakil Wali Kota Sibolga Marudut Situmorang, bersama rombongan unsur Muspida Kota Sibolga, Wagubsu Tengku Erry Nuradi terlihat prihatin melihat kondisi bangunan pasar yang gosong karena hangus terbakar tersebut. serta prihatin terhadap nasib para pedagang yang menjadi korban dari peristiwa itu.

“Saya menyampaikan duka yang mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi di pasar Sibolga Nauli Blok B dan BB yang menimpa para pedagang. Namun perlu kita ketahui, langkah, rejeki dan jodoh ditentukan oleh Tuhan. Kita hanya bisa merencanakan apa yang hendak kita lakukan, tapi Tuhan lah yang menentukan. Sebagaimana semua pedagang telah merencanakan sesuatu, sehingga membuka usaha untuk berdagang (berjualan) dan mengharapkan rejeki,” kata Tengku Erry pada saat melakukan tatap muka dengan para pedagang yang menjadi korban usai melihat kondisi pasar Nauli Sibolga yang terbakar.

Maka itu, Wagubsu pun meminta sekaligus berharap kepada para pedagang agar tidak mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain dan menyalahkan pemerintah atas peristiwa kebakaran yang telah terjadi sembari meminta kepada Pemko Sibolga untuk segera mengatasi dan mencarikan solusi terbaik bagi pedagang, baik tentang relokasi yang diharapkan tidak menjadi permasalahan dan modal kelanjutan usaha.  “Kalau mengenai bantuan dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), perlu saya sampaikan bahwa pemerintah mempunyai prosedur bilamana terjadi sebuah bencana seperti peristiwa kebakaran. Ada beberapa prosedur yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh pemerintah sebelum pada tahapan bantuan tersebut,” ujarnya.

Prosedur pertama, sebut Wagubsu adalah Save and Rescue yakni pemerintah akan berupaya terlebih dahulu melakukan proses evakuasi dan penyelematan jangan sampai ada korban yang masih tinggal di lokasi bencana. Selanjutnya yang kedua adalah upaya tanggap darurat yakni penempatan para korban ditempat aman, ketiga menerima masukan-masukan dan harapan, keempat upaya pemberian bantuan, dan kelima upaya melakukan apa yang dapat dilakukan. Jadi, mengenai langkah dan upaya pemberian bantuan ini juga ada tahapannya dan tentu tidak serta merta dapat langsung diberikan. Proses ini harus terlebih dahulu melalui pemerintah daerah ke Provinsi yang tentunya harus mendapatkan persetujuan dari DPRD, karena kita takut ada pelanggaran hukum nantinya, jelasnya.

Dalam pernyataan tersebut, Wagubsu secara tak langsung berharap kepada Pemko Sibolga untuk dapat menindaklanjutinya termasuk terhadap rencana rehabilitasi/perbaikan gedung pasar, mengingat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Sibolga tahun 2016 tengah digelar, sehingga dengan demikian pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat merespon.

Sebelumnya Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota Sibolga telah melakukan pertemuan antara pedagang dan unsur Muspida untuk menerima masukan-masukan dari para pedagang, dan pada saat itu telah dibentuk tim yang dikoordinir Asisten II bidang perekonomian untuk mencari  lokasi tempat sementara para pedagang  agar bisa segera berjualan seperti biasa. Pemko Sibolga juga telah mengundang pihak Bank Indonesia (BI) Sibolga untuk membahas bantuan kredit yang akan diberikan kepada para pedagang korban kebakaran, dan pihak BI telah melakukan pertemuan dengan beberapa Bank yang ada di Kota Sibolga untuk dapat memberikan kredit kepada para pedagang.  (Hen)

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *