Pemko Sibolga Dorong Penguatan Kolaborasi Ikatan Alumni STIT Muhammadiyah bagi Pendidikan dan Pembangunan Daerah

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga mendorong Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Sibolga–Tapanuli Tengah untuk memperkuat soliditas organisasi, membangun jejaring, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan dan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Sibolga, Muhammad Rasyd Manalu, S.Pd., M.I.Kom., pada acara Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni STIT Muhammadiyah Sibolga–Tapanuli Tengah Periode Amaliyah 2026–2030, bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan D.E. S.T. Bungaran Panggabean No. 20, Kecamatan Sibolga Selatan, pada Sabtu (31/10/2026) siang.
Mengawali sambutan tersebut, disampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Pengurus diharapkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi almamater serta masyarakat luas.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa ikatan alumni memiliki peran strategis dalam mencerminkan kualitas perguruan tinggi. Kiprah dan pengabdian alumni di tengah masyarakat menjadi salah satu gambaran keberhasilan pendidikan yang telah ditempuh. Dalam hal ini, STIT Muhammadiyah Sibolga–Tapanuli Tengah dinilai telah mengambil bagian dalam mencetak tenaga pendidik dan kader bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, serta berkemajuan.

Pengurus yang baru dikukuhkan diharapkan mampu mempererat silaturahmi dan solidaritas antaralumni, membangun komunikasi berkelanjutan dengan pihak kampus, serta menyusun program konkret, seperti peningkatan kompetensi, pendataan dan pemetaan potensi alumni, pemberian beasiswa bagi mahasiswa, kegiatan sosial kemasyarakatan, dan kerja sama dalam pengembangan pendidikan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Selain itu, turut disoroti tiga tantangan utama dunia pendidikan, yakni pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peningkatan mutu pendidikan yang mengedepankan kecerdasan intelektual sekaligus pembentukan karakter dan akhlak, serta pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah pesisir dan daerah yang jauh dari pusat kegiatan. Menghadapi tantangan tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi alumni, dan masyarakat.
Keberhasilan organisasi juga diingatkan agar tidak hanya diukur dari jumlah anggota dan besarnya kegiatan, tetapi juga dari kualitas manajemen, ketepatan program kerja, serta komitmen pengurus. Karena itu, organisasi alumni diharapkan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

“Pemerintah Kota Sibolga tentunya sangat mendukung dan siap berkolaborasi dengan Ikatan Alumni STIT Muhammadiyah Sibolga–Tapanuli Tengah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mewujudkan Kota Sibolga sebagai kota yang maju, religius, dan berbudaya,” demikian disampaikan dalam sambutan tertulis tersebut.
Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan apresiasi kepada pimpinan, dosen, dan civitas akademika STIT Muhammadiyah Sibolga–Tapanuli Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, pengurus alumni periode sebelumnya, serta panitia pelaksana atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan pendidikan serta menyukseskan kegiatan tersebut.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Ilmu, Berkolaborasi dalam Kebaikan, Berkontribusi untuk Umat dan Bangsa” ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan pengurus, pembacaan sumpah atau ikrar alumni, serta penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan.
Sementara itu, Ketua Terpilih Ikatan Alumni STIT Muhammadiyah Sibolga–Tapanuli Tengah Periode Amaliyah 2026–2030, Raju Firmanda Hutagalung, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru bukan sekadar wadah organisasi, melainkan ruang pengabdian bagi almamater, Muhammadiyah, umat, dan bangsa. Ia mengajak seluruh alumni membangun kembali kecintaan terhadap almamater melalui kebersamaan, ketulusan, dan tanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat.

Mengutip pesan perjuangan Muhammadiyah, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah,” ia menegaskan bahwa semangat pengabdian harus menjadi landasan dalam menjalankan organisasi. Ia juga mengajak alumni dari berbagai angkatan untuk mempererat silaturahmi dan berkontribusi melalui pemikiran, tenaga, maupun doa. Ia berharap organisasi alumni ke depan semakin solid, inklusif, dan produktif dalam memberikan manfaat bagi kampus, masyarakat, umat, dan bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sibolga dan Tapanuli Tengah beserta jajaran, Ketua dan civitas akademika STIT Muhammadiyah Sibolga–Tapanuli Tengah, perwakilan Kapolres Sibolga melalui Kasat Intelkam Polres Sibolga, IPTU Suryantoni, S.H., perwakilan Dandim 0211/TT, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, ketua beserta jajaran pengurus Ikatan Alumni, serta keluarga besar alumni STIT Muhammadiyah Sibolga–Tapanuli Tengah.


