Semarak HUT Ke-81 RI, Pemko Sibolga Percepat Penanganan TBC melalui Active Case Finding

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui Dinas Kesehatan Kota Sibolga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC), sebagai upaya mempercepat penanggulangan TBC melalui penemuan kasus secara aktif di masyarakat.

Kegiatan skrining TBC tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dipusatkan di Pelataran Rusunawa Kota Sibolga, Jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, pada Rabu (12/08/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sibolga, di antaranya Danrem 023/KS, Kolonel Inf. Iwan Budiarso, Kapolres Sibolga, AKBP Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H., Danlanal Sibolga, Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr.Opsla., perwakilan Kejari, Dandenpom, Dansatradar, serta Bank Indonesia.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M., Ketua TP PKK Kota Sibolga, Ny. dr. Rahma Syukri Penarik, Staf Ahli TP PKK Kota Sibolga, Lumsedia Pantas Lumban Tobing, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para Asisten, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala puskesmas, serta pimpinan klinik pratama se-Kota Sibolga.

Dalam arahannya, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, hingga tingkat kelurahan dan lingkungan, dalam upaya mencegah dan menanggulangi TBC.

TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius sehingga diperlukan langkah nyata untuk menemukan kasus secara lebih dini dan memutus rantai penularannya.

“Peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya momentum mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan aksi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan Active Case Finding ini merupakan langkah awal untuk mendeteksi penyakit lebih cepat sehingga dapat segera ditangani dan mencegah penularan kepada keluarga di rumah,” ujar Wali Kota.

Wali Kota juga mengimbau masyarakat, khususnya penghuni Rusunawa dan kelompok lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun yang memiliki risiko lebih tinggi, agar tidak takut maupun ragu mengikuti pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik maupun rontgen.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sibolga berkomitmen memberikan penanganan medis kepada masyarakat yang terdeteksi TBC, termasuk pengobatan secara gratis hingga dinyatakan sembuh sesuai ketentuan program penanggulangan TBC.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, S.K.M., M.Si., dalam laporannya menjelaskan, kegiatan skrining ACF TBC menargetkan sebanyak 820 warga Kota Sibolga yang berasal dari kelompok berisiko, kontak serumah pasien TBC, populasi rentan, serta masyarakat umum.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026, yang tersebar di lima titik wilayah kerja puskesmas. Pemeriksaan meliputi wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan foto X-ray atau rontgen dada yang dilakukan di lokasi kegiatan.

Pelaksanaan ACF TBC ini diharapkan dapat mendukung percepatan penemuan kasus dan penanganan TBC sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target Eliminasi TBC Indonesia Tahun 2030.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung proses pemeriksaan X-ray dan skrining TBC oleh Wali Kota Sibolga bersama jajaran Forkopimda dan TP PKK Kota Sibolga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bertegur sapa bersama warga Rusunawa serta foto bersama.


