Pemko Sibolga dan BPS Gelar Evaluasi Sensus Ekonomi 2026 untuk Wujudkan Data Berkualitas
Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sibolga menggelar Rapat Evaluasi Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai upaya mengoptimalkan validitas data pembangunan daerah. Kegiatan ini menjadi forum untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah perbaikan guna menghasilkan data yang berkualitas, akurat, dan akuntabel.

Rapat yang berlangsung di Aula Rumah Makan Thamrin, pada Selasa (21/07/2026) pagi, dibuka secara resmi oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, yang diwakili Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum, Denni Aprilsyah Lubis, S.T., M.Kom. Turut hadir Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Sibolga, Romatua Hasonangan Panjaitan, S.H., Kepala BPS Kota Sibolga, Dr. M. Iriansyah Harahap, S.E., M.Si., para Camat dan Lurah se-Kota Sibolga, serta Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dan Pemeriksa Lapangan (PML).

Dalam sambutannya, Kepala BPS Kota Sibolga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petugas sensus. Berdasarkan hasil pemantauan aplikasi sistem, Kota Sibolga berhasil meraih peringkat pertama secara nasional dalam cakupan evaluasi petugas.

Meski demikian, hasil quick count sementara menunjukkan Kota Sibolga masuk dalam 50 besar nasional terkait usaha, baik UMKM maupun usaha rumah tangga, yang tidak ditemukan di lapangan.

“Kami memitigasi dua kemungkinan. Pertama, usaha tersebut memang sudah tutup pascabencana beberapa waktu lalu. Kedua, adanya usaha yang terlewat karena kurangnya probing atau pendalaman pertanyaan oleh petugas, terutama pada usaha rumah tangga yang tidak kasatmata seperti nelayan atau pengemudi becak,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, BPS menegaskan pentingnya sinergi dengan aparatur wilayah. Petugas diwajibkan melapor kepada Lurah sebelum melakukan pendataan, sementara Camat dan Lurah diminta menginstruksikan Kepala Lingkungan (Kepling) untuk mendampingi petugas apabila menghadapi penolakan dari masyarakat.

Di akhir arahannya, Kepala BPS menegaskan bahwa seluruh data masyarakat dijamin aman dan langsung tersimpan di server BPS Pusat. Ia juga menepis isu yang mengaitkan Sensus Ekonomi dengan penarikan pajak dan menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks.

Membacakan arahan tertulis Wali Kota Sibolga, Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Kota Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, S.T., M.Kom., terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota tidak dapat hadir akibat agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam arahannya, Wali Kota menginstruksikan seluruh Camat dan Lurah untuk mengawal pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

“Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen penting bagi negara. Perencanaan pembangunan Kota Sibolga ke depan, termasuk penyusunan proposal program ke pemerintah pusat, sangat bergantung pada akurasi data yang dihasilkan. Karena itu, pelaksanaannya harus kita dukung bersama,” tegasnya.

Terkait usaha yang tidak ditemukan, Asisten menjelaskan bahwa tingginya mobilitas penduduk antara Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu faktor. Banyak warga yang secara administrasi tercatat di Sibolga, namun berdomisili atau menjalankan usaha di wilayah Tapanuli Tengah karena keterbatasan lahan. Pemko Sibolga berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian BPS dalam penyempurnaan regulasi di tingkat nasional.

Pemko Sibolga juga meminta seluruh aparatur memberikan dukungan penuh kepada petugas sensus. Apabila terdapat ASN maupun Kepling yang kurang kooperatif, petugas diminta segera melaporkannya untuk dilakukan pembinaan. Sementara bagi warga atau pejabat yang memiliki kesibukan tinggi, pendataan dapat dijadwalkan melalui koordinasi dengan Dinas Kominfo Kota Sibolga.

Mengakhiri arahannya, Asisten mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi tersedianya data yang akurat sebagai dasar pembangunan Kota Sibolga.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, penyerahan piagam penghargaan kepada PPL dan PML berkinerja terbaik, serta foto bersama sebagai wujud sinergi antara Pemko Sibolga, BPS, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.



