BeritaLaporan Liputan

Ngibar Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dibuka, Pemko Sibolga Ajak Pelaku Usaha Berpartisipasi Aktif

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Mewakili Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Kota Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, S.T., M.Kom., secara resmi membuka kegiatan Pengisian Mandiri Bersama (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sibolga, bertempat di Aula Graha Aulia Bank Indonesia Sibolga, pada Rabu (13/05/2026) pagi.
Dalam sambutan Wali Kota yang disampaikan oleh Asisten dijelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menghadirkan data dan profil lengkap aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha mikro hingga usaha berskala besar di seluruh wilayah Indonesia.
“Data sensus ekonomi sangat penting sebagai dasar penyusunan perencanaan pembangunan dan kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional. Selain itu, data ini juga menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam melihat tren serta peluang usaha ke depan,” jelas Asisten.
Lebih lanjut, Asisten menekankan bahwa data ekonomi yang akurat menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Menurutnya, data ibarat peta penunjuk arah yang membantu pemerintah memahami kondisi riil perekonomian saat ini.
“Asalkan data yang diberikan benar dan sesuai kondisi sebenarnya, maka hasil sensus ini akan sangat bermanfaat bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat luas. Karena itu, mari bersama-sama mendukung dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” tambah Asisten.
Asisten juga mengajak seluruh pelaku usaha agar tidak ragu memberikan data karena kerahasiaan informasi responden dijamin dan dilindungi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Sibolga, M. Iriansyah Harahap, menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan penetapan pajak, sehingga masyarakat maupun pelaku usaha tidak perlu khawatir dalam memberikan informasi.
“Data yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya dan tidak ada kaitannya dengan pajak. Data ini murni digunakan untuk memotret kondisi perekonomian secara valid agar pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat dan tidak salah sasaran,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pascabencana yang melanda Kota Sibolga beberapa waktu lalu, kondisi perekonomian daerah mengalami perubahan sehingga diperlukan data terbaru dan akurat untuk memperbarui peta ekonomi daerah.
“Melalui sensus ini, pemerintah akan memperoleh gambaran kondisi ekonomi terkini sehingga kebijakan pembangunan dan pemulihan ekonomi dapat dilakukan secara tepat,” ungkapnya.
Kegiatan Ngibar Sensus Ekonomi 2026 ini turut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, perwakilan perbankan, serta para pelaku usaha di Kota Sibolga.
Melalui kegiatan ini, perusahaan besar dan menengah diharapkan dapat lebih mudah melakukan pengisian data secara mandiri dan akurat guna mendukung tersedianya data ekonomi yang berkualitas sebagai dasar pembangunan nasional maupun daerah.

Related Articles

Back to top button