Laporan Liputan

Pemko Sibolga Ikuti Peluncuran LPI 2025 dan Diskusi Teknis Persiapan Menghadapi HBKN 2026

Dinas Kominfo Kota Sibolga | SIBOLGA – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga mengikuti kegiatan Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Diskusi Teknis Persiapan Kota Sibolga Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring bertempat di Aula Graha Nauli Bank Indonesia Sibolga, pada Rabu (28/01/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Sibolga, Josua Hutapea, S.Sos., Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Sekretariat Daerah Kota Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, S.T., M.Kom., serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan, dan Pertanian Kota Sibolga, Julius Partogi Haloho, S.Pi., M.M. Turut hadir Manager Unit Data Statistik dan Kehumasan Bank Indonesia Sibolga, Febri Taufik, Asisten Manager Unit Data Statistik dan Kehumasan, Yudho Wijoseno, serta perwakilan OPD terkait.

 

Peluncuran LPI dibuka secara resmi oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Dalam kesempatan tersebut, Ia menyampaikan bahwa peluncuran LPI merupakan wujud transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik, sekaligus bentuk komitmen dalam membangun perekonomian nasional yang berkelanjutan. Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berdaya saing.

Dalam kesempatan yang sama, dilaksanakan diskusi teknis persiapan Kota Sibolga dalam menghadapi HBKN Tahun 2026, khususnya pada periode Ramadan dan Idulfitri. Diskusi tersebut menekankan pentingnya antisipasi tekanan inflasi yang kerap terjadi pada awal Ramadan, terutama pada komoditas pangan strategis seperti daging ayam, telur, beras, minyak goreng, dan cabai.

Melalui kegiatan ini, ditekankan bahwa meskipun perekonomian nasional menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang Tahun 2025, fokus utama pada awal Tahun 2026 adalah menjaga stabilitas harga pangan guna melindungi daya beli masyarakat selama momentum HBKN.

Related Articles

Back to top button