Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

STRUKTUR APBD KOTA SIBOLGA TA 2015 MENGALAMI PERUBAHAN

 

SIBOLGA – Sesuai amanat konstitusi, APBD-P TA 2015 beserta nota keuangannya merupakan wujud pengelolaan keuangan daerah yang dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk kemakmuran rakyat,” kata Wali Kota Sibolga Drs. Syarfi Hutauruk saat menyampaikan nota pengantar (Notar) APBD-P TA 2015 dan pengumuman berakhirnya masa jabatan Wali Kota Sibolga periode 2010-2015, pada rapat paripurna DPRD Sibolga, Rabu (5/8) di gedung dewan.

Wali Kota mengungkapkan, pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD-P) Tahun Anggaran 2015 patut disegerakan untuk mengejar pencapaian target pembangunan daerah pada tahun anggaran berjalan.

Rapat paripurna itu dipimpin Ketua DPRD Sibolga Tonny Agustinus Lumbantobing, didampingi Wakil Ketua Jamil Zeb Tumori dan Hendra Sahputra, dihadiri seluruh anggota dewan, Sekdakot Sibolga Drs. M Sugeng, unsur muspida plus, pimpinan SKPD, Camat dan Lurah.

Dijelaskan Syarfi, prioritas APBD-P Kota Sibolga TA 2015 diakibatkan adanya DAK tambahan sebesar Rp. 50 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan menampung alokasi anggaran KPU dan Panwas guna mendukung pelaksanaan Pilkada Sibolga yang digelar pada bulan Desember 2015.

“Mengingat waktu yang sangat terbatas, pembahasan APBD-P TA 2015 dapat disegerakan, untuk mengantisipasi keterlambatan pengesahan sehingga program pembangunan yang sudah direncanakan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Syarfi menambahkan, melalui usulan APBD-P Kota Sibolga TA 2015 tersebut, maka struktur APBD Kota Sibolga TA 2015 mengalami perubahan menjadi Rp. 628,3 miliar dari semula sebesar Rp. 577,5 miliar. Karena pada sisi pendapatan daerah terjadi kenaikan sebesar Rp. 50 miliar, ditambah usulan APBD-P TA 2015 sebesar Rp. 756,2 juta

Dikatakan, krisis ekonomi dunia yang terjadi saat ini telah berdampak terhadap perekonomian Indonesia secara makro. Maka itu, ketidakpastian perkembangan ekonomi dan keuangan secara menyeluruh dapat memberi efek domino terhadap perkembangan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Maka itu, kita tetap mengikuti dan senantiasa waspada sehingga langkah strategi kebijakan daerah dapat diantisipasi secara cepat, tepat dan terukur. Kita tak ingin, komitmen untuk kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi rakyat terpengaruh,” ucap Syarfi.

Untuk menyukseskan hal itu, Pemko Sibolga harus melaksanakan optimalisasi penerimaan sumber daya serta ketepatan distribusi belanja daerah untuk memberi ruang gerak untuk upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan infrastruktur dan pelayanan publik yang prima, pungkasnya.     (Red/Hen)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *