Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

WALI KOTA PIMPIN UPACARA HUT KORPRI KE-45, HUT PGRI KE-71, HGN KE-23 DAN HKN KE-52

SIBOLGA –  Wali Kota Sibolga Drs. H.M. Syarfi Hutauruk, MM bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara peringatan HUT Korpri ke-45, HUT PGRI ke-71, Hari Guru Nasional (HGN) ke-23 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tingkat Kota Sibolga dipusatkan di lapangan Simare-mare Kota Sibolga, Selasa (29/11). Upacara ini dihadiri unsur Muspida, Wakil Wali Kota Sibolga Edi Polo Sitanggang, Sekda M. Sugeng, pimpinan SKPD, jajaran TNI, Polisi, aparatur sipil negara (ASN), pelajar dan dan mahasiswa.

Dalam arahan dan sambutannya, Wali Kota Sibolga Drs. H.M. Syarfi Hutauruk menyampaikan, bahwa saat ini dinamika sosial masyarakat berkembang begitu cepat seiring perkembangan teknologi komunikasi yang canggih dan modern. Dinamika sosial masyarakat yang berkembang begitu cepat harus dapat ditangkap bagi para pelaku birokrasi, para anggota Korpri.

“Seluruh anggota Korpri tidak boleh teguh pada pola kemapanan berpikir konvensional. Wajah dan perilaku abdi negara harus berubah dan dapat beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan layanan masyarakat, abdi negara tidak boleh pasif dan menunggu,” katanya.

Beliau mengatakan, program yang inovatif dan interaktif  berorientasi publik perlu didorong sebagai gerakan perubahan perilaku birokrasi yang mengusung kewirausahaan birokrasi dalam tata pelayanan publik. Birokrasi akan kuat jika struktur dan elemen pelaksanaan birokrasi itu dibangun di atas keahlian atau kompetensinya. Jangan sampai ada anggota Korpri apalagi seorang pejabat daerah tidak mengerti dan tidak memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai aparatur sipil negara.

“Pengetahuan dan kapasitas aparatur harus terus ditambah. Keahlian dan kemampuan diri terus harus ditingkatkan tidak memandang golongan, usia, jenis kelamin, tingkat pangkat apalagi jenjang jabatan, seorang aparatur sipil negara tidak boleh malas bekerja, seorang abdi negara tidak boleh berhenti belajar,” ujarnya.

Lanjut Syarfi, hal ini sejalan dengan tema HUT Korpri tahun ini, yaitu bersama Korpri menemukan netralitas dan meningkatkan profesionalisme aparatur sipil negara. Beliau meyakini, seiring meningkatnya profesionalisme aparatur sipil negara tentunya dapat meningkatkan daya kompetensi perilaku birokrasi, kecerdasan emosional dan spiritual, para aparatur daerah di Kota Sibolga akan mendorong meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Tugas tidak lagi menjadi beban karena kita mampu dan bisa menyelesaikan tugas itu dengan baik bekerja dengan sungguh-sungguh adil dan bertanggung jawab, imbuhnya.

Selain memperingati HUT Korpri ke-45, juga diperingati hari guru nasional (HGN) ke-23 dan HUT PGRI ke-71. Membacakan kutipan pidato Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr Muhadjir Effendy M.A.P pada peringatan hari guru nasional tahun 2016, Syarfi Hutauruk menyampaikan, Guru memiliki peran yang amat mulia dan amat strategis. Berbanggalah menjadi seorang guru. Sebab di tangan para guru, pamong dan tenaga kependidikan, masa depan bangsa kita menjadi taruhan. Melalui anak-anak peserta didik di sekolah, di sanggar-sanggar belajar kita akan menentukan masa depan bangsa, tidak ada sosok sukses yang tidak dilewati sentuhan seorang guru. Kita bisa berdiri tegak saat ini juga karena pernah ditempa oleh para guru. Profesionalisme guru khususnya berkaitan dengan pengembangan keprofesian dan karirnya makin terus ditumbuh kembangkan. Beberapa kegiatan strategis untuk membentuk guru yang professional, sejahtera, bermartabat dan terlindungi sedang dan akan terus dilakukan oleh pemerintah di semua tingkatan. Peningkatan profesionalisme guru menjadi salahsatu dari 5 agenda utama pembangunan pendidikan nasional, tutup Syarfi Hutauruk mengakhiri kutipan.

Dikesempatan ini, Syarfi Hutauruk turut membacakan kutipan pidato Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ibu Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek SP.M(K) pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke- 52. Belaiu menyampaikan,  Tema HKN ke-52 tahun 2016 adalah “Indonesia Cinta Sehat”, dengan sub tema yakni “Masyarakat Hidup Sehat Indonesia Kuat”. Hal ini dimaksudkan untuk membuktikan kembali pesan pesan kesehatan bahwa sehat itu dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional. Sehingga nantinya akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai pada Indonesia kuat, tutupnya.   (amir)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X