Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

PENERTIBAN TRUK SARAT MUATAN, WALIKOTA MINTA KAPOLRES KAWAL KESEPAKATAN

SIBOLGA – Disela sela siaran pers Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk, dimana kota sibolga nemperoleh Penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara mengenai Prestasi akuntabilitas kinerja, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Sibolga AKBP Guntur Agung S atas usaha penertiban truk ekspedisi sarat muatan dan menjulang tinggi di Kota Sibolga melalui kesepakatan bersama dengan para pengusaha pengangkutan ekspedisi baru – baru ini.

“Terimakasih kepada Kapolres, namun saya tetap mengimbau agar tetap mengawal dan mengawasi perjalanan truk, sehingga komitmen yang ada tidak mundur,” kata Walikota Sibolga. Selama ini masyarakat dan pengguna jalan memang sudah sangat resah dengan keberadaan truk angkutan ekspedisi Sibolga–Nias sarat muatan over kapasitas yang melintasi jalanjalan protokol di Sibolga. Karena selain mengundang kemacetan, juga menimbulkan kerusakan jalan dan ancamam keselamatan. Hal tersebut tentunya harus mendapatkan pengamanan dan pengawalan khusus dari pihak kepolisian.

“Kemudian, dari sisi pandangan pihak luar, sepertinya tata cara pengelolaan truk di Kota Sibolga kurang baik. Sebagai bukti, muatan truk bukan lagi hanya berada di badan truk, melainkan juga sudah diatas kap mobil, muatan yang menjulang tinggi, bahkan ada yang menambah panjang bodi truk, sehingga kita pun tidak tahu berapa sebenarnya tonase daripada truk tersebut,” tambahnya.

Kalau tidak salah, lanjutnya, “Tonase daripada truk jenis colt Diesel paling ada 5 – 7 ton. Tapi melihat kondisi truk yang ada saat ini, muatan truk bisa 10 bahkan sampai 20 ton. Dari segi keamanan jalan, itu kan sudah mengganggu. Selain itu juga, membuat waswas pengguna jalan, onderdil truk tidak memiliki daya tahan yang lama, dimana ban sewaktu-waktu kempis atau pecah, begitu juga as bisa patah. Hal itulah mengakibatkan truk ekspedisi sarat muatan tersebut sering rusak dan terbalik di badan jalan di kota ini,” lanjutnya.

Sementara itu, ungkap Walikota, sebagai bagian dari langkah penyelamatan nyawa manusia, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta kerusakan infrastruktur jalan, Pemko Sibolga sendiri sedang berbenah diri menyelesaikan pembangunan terminal dan pergudangan truk di Kilometer 3, jalan Sibolga – Tarutung.

”Saat ini kita sedang mengerjakan terminal truk dan mudah-mudahan elevansinya cepat selesai,” tukasnya. Sebelumnya, seluruh pengusaha yang bergerak dibidang penyediaan jasa transportasi pengangkutan ekpedisi (muatan barang) tujuan Nias di kota Sibolga, sepakat mengurangi beban muatan truk masing – masing, demi terciptanya ketertiban dan keselamatan lalu lintas jalan di daerah itu.

Kesepakatan bersama terjalin Rabu (27/8) lalu berkat prakarsa Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sibolga, AKBP Guntur yang dihadiri oleh stakeholder pemerintahan seperti PT (Persero) Pelabuhan Indonesia –I Sibolga, Administratur Pelabuhan (Adpel) Sibolga, Bank Indonesia (BI) Sibolga dan dari Pemko Sibolga diwakili Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Hubkominfo). Kapolres AKBP Guntur Agung Supono mengatakan, kesepakatan yang terjalin, dimana setiap truk ekpedisi diharuskan mengurangi beban muatan melalui pembongkaran tiangtiang tambahan dari besi yang dibangun diatas kepala truk. Demikian juga dengan beban muatan yang selama ini terisi diatas kepala truk sudah harus ditiadakan oleh para pengusaha. Selain itu, tinggi muatan tidak boleh melewati tinggi dari portal pelabuhan Sibolga. Namun kesepakatan itu dinyatakan masih bersifat sementara dan masih perlu diciptakan formula khusus untuk penanganan truk sarat muatan ini. (Alex Hutauruk)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X