Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

WALI KOTA SIBOLGA LETAKKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MESJID AL-ISHLAH

SIBOLGA – Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk meletakkan batu pertama pembangunan mesjid Al-Ishlah yang berada di Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga. Peletakan batu pertama ini adalah sebagai simbol dimulainya pembangunan mesjid Al-Ishlah Kota Sibolga. Hadir dalam acara tersebut pimpinan SKPD Kota Sibolga, Wakil Ketua DPRD Jamil Zeb Tumori dan anggota DPRD Kota Sibolga Albar Sikumbang, Jum’at (19/02). 

Seperti yang diketahui mesjid Al-ishlah merupakan mesjid yang mempunyai banyak jamaah. Sehingga dalam pelaksanaan shalat tarawih setiap bulan ramadhan jamaah tarawih mesjid ini sampai memakai jalan raya sebagai tempat shalat, sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Dengan kondisi inilah rencana pembangunan mesjid ini akan dibangun lantai duanya sehingga nantinya mesjid ini dapat menampung jemaah dengan kapasitas yang lebih besar, ungkap Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk dalam Sambutannya.                                                 

Lanjutnya, Syarfi menyampaikan “konsep pembangunan Kota Sibolga 5 (lima) tahun kedepan akan menerapkan nilai-nilai spiritual dengan memperhatikan tempat-tempat ibadah yang ada di Kota Sibolga, bukan hanya mesjid rumah ibadah lain seperti gereja juga akan diperhatikan”, kata Syarfi. 

Mengakhiri sambutannya,  Syarfi Hutauruk dengan spontan membuat lelang untuk menambah pendanaan pembangunan mesjid Al-Ishlah ini. Alhasil, dari para anggota DPRD yang hadir dan pimpinan SKPD yang ikut berpartisipasi dalam lelang singkat ini terkumpul 775 sak semen dan uang sebesar Rp. 45.500.000,-. 

Sebagai informasi, sebagian banyak masyarakat yang hadir dalam acara ini merupakan  warga Kota Sibolga yang tinggal di rusunawa Jolong Basusuk. Mendengar permasalahan pemutusan listrik yang terjadi rusunawa yang disampaikan warganya,  Wali Kota Syarfi Hutauruk secara khusus memberikan perhatiannya. 

Beliau mengutarakan, bahwa masalah yang terjadi sebenarnya adalah kesalahan warga rusunawa sendiri yang tidak melakukan pembayaran tagihan listrik dengan alasan adanya ketidakadilan pembayaran dengan pemakaian listrik.

Walaupun demikian, Syarfi Hutauruk mengatakan bahwa nantinya disetiap rumah di rusunawa akan di pasangmeteran listrik prabayar, sehingga masing-masing warga rusunawa nanti akan memperoleh tagihan listrik masing-masing sesuai dengan pemakaiannya, pungkasnya.           (rian)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X