Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

IWO SIBOLGA – TAPTENG DIKUKUHKAN, WALI KOTA SIBOLGA HARAPKAN IWO BERPEGANG TEGUH PADA KODE ETIK JURNALISTIK

SIBOLGAIkatan Wartawan Online (IWO) melaksanakan acara pelantikan dan Rakerda IWO Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) periode tahun 2017-2022, bertempat di Aula Visual Gedung Matauli Pandan, Senin (22/1/2018), dengan thema “Bersama Kita Kuat, Sebarkan Informasi Benar dan Anti Hoax”.

Acara ini secara langsung dihadiri oleh Wali Kota Sibolga Drs. H.M Syarfi Hutauruk, M.M, Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani, perwakilan forkopimda, dan para pimpinan OPD Tapteng. Acara ini juga melibatkan stakeholder kedua daerah, Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Sebelum dimulainya acara pelantikan, seluruh para tamu undangan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Mars Ikatan Wartawan Online (IWO). Dan Damai Medrofa telah terpilih dan dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Sibolga dan Tapteng, Sekretaris terpilih adalah  Romi Pasaribu dan Bendahara Khottob Nasution.

Kepengurusan IWO Sibolga-Tapteng  periode 2017-2022 resmi dikukuhkan ditandai dengan telah diterimanya petaka tanda sahnya Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng oleh Ketua Damai Mendrofa disaksikan para undangan dan pengurus IWO yang membidangi, yang diberikan langsung oleh Mei Leandha selaku Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) IWO Sumut.

Mewakili Pemerintah Kota Sibolga, dalam sambutannya Wali Kota Sibolga Drs. H.M Syarfi Hutauruk, M.M, mengucapkan selamat dan sukses kepada Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Damai Mendrofa. Beliau mengatakan bahwa dengan dibentuknya Ikatan Wartawan Online (IWO) pada era globalisasi di zaman modern ini dirasa sangat pas, akan tetapi sebagai wartawan, harus tetap berpegang teguh kepada kode etik jurnalistik dan UU Pers No. 40 Tahun 1999.

“Semoga kedepan Ikatan Wartawan Online (IWO) ini semakin jaya dan dapat menyuguhkan berita-berita yang sejuk dan benar, bukan karena kami pemerintah sehingga takut dikritik, kami suka dikritik tetapi dijalannya, itu pasti kita terima,” ucap Wali Kota Sibolga.

Dikesempatan itu, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani juga mengucapkan selamat kepada Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Damai Medrofa, yang juga telah membentuk Ikatan Wartawan Online (IWO) di Sibolga dan Tapteng.

“Saya selama ini tidak pernah yang namanya alergi kepada wartawan Sibolga atau Tapteng, karena dalam catatan saya ada 700 lebih yang mengaku sebagai wartawan, padahal kalau saya kaji dan sharing itu tidak ada. Jadi kepada Ikatan Wartawan Online (IWO), mari kita catat siapa saja anggota yang menjadi wartawan IWO itu, kalau bisa dibuatkan kartu anggota untuk keanggotaan IWO, dan tetap mengacu kepada Undang-Undang Pers,” ucap Bupati Tapteng.

Sementara itu, Damai Mendrofa yang telah dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga – Tapteng, mengucapkan banyak terima kasih kepada Wali Kota Sibolga Drs. H.M Syarfi Hutauruk, M.M, dan Bupati Kabupaten Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang telah berkenan hadir dalam acara pelantikan ini, dan acara ini dapat berjalan sukses dan lancar sesuai harapan kita bersama-sama.

“IWO ini sebenarnya sudah berdiri di Sibolga-Tapteng, dengan media yang bergerak dan berbasis di media online. Dan hakekat kemanusian itu harus memang bersosial lebih terarah dan lebih maju serta lebih berfikir fisioner, oleh karena itu kami bentuk yang namanya organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO). Dan perlu disampaikan bahwa wartawan bukan musuh masyarakat dan bukan juga musuh pemerintah, wartawan itu bukan musuh siapa –siapa sehingga tidak perlu ditakuti. Dan wartawan itu tidak kebal hukum, wartawan punya kode etik dan Undang- Undang Pers No. 40 Tahun 1999, yang didalamnya tertuang begitu banyak kode etik yang didirikan,” jelas Damai Mendrofa.

Pada kesempatan itu, Jodhi Yudono yang menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) IWO dari Jakarta yang diwakili oleh Lia Natalia, juga menegaskan bahwa dalam pembentukan media online itu wajib memenuhi syarat-syarat termasuk harus mempersiapkan badan hukum itu sendiri sesuai dengan prosedur di medianya masing masing, dan mewajibkan berita-berita yang berimbang yang akan disuguhkan untuk khalayak masyarakat.

“Kita dikenal juga dengan kwalitas kita dalam pembuatan berita, kita ini bukan recehan 50.000-an, hargai diri kita biar kita bisa dihargai oleh orang lain, kita harus percaya diri bahwa kita tetap didalamnya untuk menjalankan profesi kita,” pesannya. (mks)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X