Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

KUNJUNGAN PANGDAM I/BB DAN KAPOLDA SUMUT

Walikota : “Jangan Sampai Kita Biarkan, Ada Percikan Api Sedikitpun Mencederai Pelaksanaan Pilkada”

SIBOLGA – Wali Kota Sibolga Drs. H.M Syarfi Hutauruk, M.M, mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mencederai pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini, terutama di wilayah Kota Sibolga dan Tapteng. Apalagi sampai mengatasnamakan agama dan suku. Karena hal tersebut tidak pernah terjadi sejak Kota Sibolga berdiri 318 tahun yang lalu.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sibolga pada kunjungan kerja Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo dan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol.Paulus Waterpauw dalam rangka pengarahan pengamanan Pilkada serentak tahun 2018 kepada jajaran Kodam I/BB, Polda Sumut dan FKPD wilayah Sumut, bertempat di Gedung Nasional Kota Sibolga, Minggu (24/6/2018).

Adapun yang hadir pada kegiatan tersebut yaitu, seluruh Dandim dan Kapolres serta perwira jajaran Kodam I/BB dan Polda Sumatera Utara (Sumut), Wakil Wali Kota Sibolga, Edi Polo Sitanggang, S.Pi, Sekretaris Daerah Kota Sibolga Drs. M.Yusuf Batubara, SKM, para pimpinan OPD Kota Sibolga. Turut hadir Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Baktiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati  Kabupaten Tapteng Darwin Sitompul.

“Di Kota Sibolga ini, dari dulu sampai sekarang dan sampai yang akan datang, kita doakan mudah-mudahan tidak pernah terjadi gesekan, pertikaian yang mengatasnamakan agama dan suku. Mudah-mudahan tidak akan pernah terjadi. Jangan sampai kita biarkan, ada percikan api sedikitpun mencederai pelaksanaan pilkada,” ucap Wali Kota Sibolga.

Untuk itu, Wali Kota Sibolga bersama seluruh masyarakat Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) menyambut baik kehadiran Pangdam dan Kapolda, untuk menjadikan Pilkada 2018 berjalan dengan baik. Karenasalah satu tujuan Pilkada adalah untuk meningkatkan dan melanjutkan pembangunan. Pemerintah Kota Sibolga dan seluruh masyarakat Kota Sibolga menyambut dengan senang hati Bapak/Ibu sekalian untuk menjadikan Pilkada 2018 berjalan dengan baik. Karena, salah satu hasil pemilukada itu, dalam rangka untuk meningkatkan dan melanjutkan pembangunan di Sumut. Guna tercapainya kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Bila hasil Pilkada kali ini tidak aman, tatanan keharmonisan antar umat beragama dan suku di Kota Sibolga dan Tapteng yang telah dibangun selama ini, akan rusak. Dan akan sulit untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, sangat tepat langkah-langkah yang diambil oleh Bapak Pangdam dan Bapak Kapolda yang telah mengundang kita  untuk melakukan konsolidasi guna mengatur barisan, menyiapkan langkah  antisipasi, agar rakyat dapat datang ke TPS dengan aman dan nyaman. Menggunakan hak suaranya sebebas-bebasnya. Kemudian, pimpinan terpilih juga akan membangun berbagai kabupaten, kota dan Provinsi Sumut,” serunya.

Pada kunjungan kerjanya ini, bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo,Polda Sumut dan FKPD Wilayah Sumut, Kapolda Sumut Irjen Pol.Paulus Waterpauw mengeluarkan maklumat terkait sistem pengamanan Pilkada serentak nantinya yakni, tidak diperbolehkannya siapapun selain penyelenggara pemilu dan petugas keamanan yang telah ditunjuk berada di areal tempat pemungutan suara (TPS).

“Harapannya, masyarakat gak usah takut. Tadi saya keluarkan maklumat, bahwa yang hadir dan boleh ada diareal TPS hanyalah petugas keamanan yang sudah ditunjuk. Yang lain tidak boleh ada disitu. Artinya, kalau mereka mau datang, mereka gak boleh sebagai kapasitas pengaman disitu. Kecuali ada dari unsur-unsur pemerintah yang kami minta bantuannya. Tapi kalau tidak, ini aparat yang sudah dinyatakan ada disitu adalah Polri yang di backup oleh TNI. TNI akan bergerak, kalau situasi itu diminta untuk bergerak. Karena keterbatasan personil, kita minta kehadirannya. Dan petugas dari penyelenggara, PPS dan PPK yang boleh bergerak disitu, yang lain tidak boleh,” tegas Kapolda.

Kapolda Sumut mencontohkan, lembaga-lembaga yang mengatasnamakan masyarakat, yang mencoba berperan sebagai petugas keamanan. Lembaga-lembaga dari masyarakat atau swadaya, tidak boleh hadir dengan seragam. Untuk itu, maklumat yang telah dikeluarkan harus dipatuhi semua pihak. Kapolda menyebutkan beberapa daerah di Sumut yang menjadi daerah prioritas pengamanan. Diantaranya, Nias, Nias Selatan, Langkat, Taput dan Dairi.

“Sampai dengan kampanye terakhir, Polri di backup habis oleh TNI. Kami sudah susun dan bagi-bagi para petugas perwilayah dengan para pengendalinya masing-masing. Ini sudah insert. Seperti hari ini di wilayah Tabagsel, ada Pamatwil, ada 5 orang hadir disini. Ini menunjukkan bahwa kita memang sudah insert langsung. Pasukan yang didorong sudah bergerak. Prioritas utama kita di Nias dan Nias Selatan. Karena jauh, kita kemarin pakai pesawat dan yang lain naik darat. Titik-titik rawan, antara lain adalah Langkat, karena ada 4  pasangan calon, Taput, Dairi. Yang lain mudah-mudahan aman,” jelasnya.

“Saya menyatakan bahwa TNI/Polri solid dalam melakukan pengamanan Pilkada dan kompak menjaga netralitas. Langkah-langkah antisipasi, kami bersama panglima bergerak bersama sebagai pimpinan di provinsi. Kami nyatakan kepada seluruh khalayak banyak bahwa kami TNI Polri solid. Kedua, kami sungguh-sungguh menjaga netralitas,” tegasnya.(tim kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X