Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

KOREM 023/KS GELAR KOMSOS DIALOG BERSAMA TENTANG ENAM ANCAMAN GLOBAL DI NEGARA INDONESIA YANG HARUS DIWASPADAI

SIBOLGA – Menghadapi ancaman global yang bisa saja terjadi di NKRI, Korem 023 /KS Sibolga melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dialogis seluruh komponen bangsa khususnya di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah agar memahami situasi dan mewaspadai ancaman global, di Aula Gupala Korem 023/KS, Jumat (11/11), sekaligus menyamakan persepsi terhadap penyampaian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio saat Live di Stasiun Televisi Swasta dalam acara Indonesia Lowers Club 7 November 2016 yang lalu.

Danrem 023/KS Sibolga Kol. Inf. Richard Tampubolon melalui Kasi. Teritorial Rem 023/KS Letkol Nelson Rajagukguk, menyampaikan bahwa sekarang ini kita hidup dalam kompetisi global, dimana hal tersebut akan berdampak terhadap Negara Indonesia dikarenakan memiliki sumber daya alam yang melimpah dan merupakan tempat harapan hidup masa depan semua bangsa, sehingga membuat iri negara-negara asing.

“Dari Penyampaian Panglima TNI Gatot Nurmantio, ada enam perspektif ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia di masa depan yaitu, pertama menipisnya cadangan minyak dunia, kedua meningkatnya jumlah penduduk dunia, ketiga berkurangnya sumber pangan, air dan energi, ke empat masalah terorisme, kelima meningkatnya penyalahgunaan narkoba dan yang terakhir persaingan ekonomi global yang ketat,” ucap Nelson.

Melihat hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi dalam negeri, pasalnya Negara Indonesia akan menjadi rebutan bagi negara – negara lain, karena kaya akan sumber daya alam yang menjadi salah satu negara equator di dunia, dimana pertumbuhan vegetasinya tidak pernah habis.

“Indonesia sebagai negara equator yang sangat kaya akan sumber daya alam adalah warning yang patut menjadi kekhawatiran bangsa Indonesia dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia akan menjadi polemik nantinya seperti yang disampaikan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno bahwa, suatu saat nanti negara lain akan iri dengan kekayaan sumber daya alam Indonesia, dan Presiden  Ir. H. Joko Widodo saat baru dilantik menyampaikan hal yang sama bahwa, kaya akan sumber daya alam bisa menjadi petaka, dan ini harus kita antisipasi mulai sekarang, imbuh Nelson Rajakgukguk.

Selain itu, yang menjadi ancaman nyata bangsa Indonesia dalam bentuk Proxy War, yakni tumbuhnya paham-paham radikalisme yang bermuara kepada terorisme serta maraknya peredaran narkoba yang akan menghancurkan generasi bangsa Indonesia.

Dari survey yang dilakukan, 7.7 persen  Muslim Indonesia bersedia berpartisipasi pada paham radikal terorisme, 35.7 persen siswa intoleran pasif dari jumlah tersebut 0.3 berpotensi menjadi teroris. Kemudian 26.7 persen mahasiswa Universitas Islam setuju Jihad dengan kekerasan, jelasnya.

Jika ancaman perspektif  bangsa Indonesia dimasa depan tidak dikelola dengan baik, maka bangsa Indonesia akan bernasib sama seperti beberapa negara Arab  yang mengalami konflik atau perang saudara. Untuk itu, Kasiter Rem Letkot Nelson Rajagukguk meminta kerja sama dari semua pihak, khususnya di wilayah Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, jangan terpecah akibat perbedaan, sesungguhnya perbedaan membuat bangsa Indonesia besar dan bisa menghadapi semua ancaman yang akan terjadi, pungkasnya.

Turut hadir dalam Komsos tersebut Staf Ahli Bidang Pembangunan, Hukum, Politik Masyarakat dan HAM Pemko Sibolga Sanggaraja Sitompul SH, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Ir. Thamrin Hutagalung, seluruh Pejabat Korem, Babinsa, organisasi kemasyarakatan,  beberapa kepala SKPD Pemerintah Daerah Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, serta tokoh masyarakat kedua daerah. (amir/hendri)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X