Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

KEKUATIRAN ITU AKHIRNYA BERAKHIR Mahasiswa STKIP Beralih Menjadi Mahasiswa Unimed

SIBOLGA – Bertempat di Aula Yayasan Santa Maria Berbelas Kasih Sibolga, akhirnya penandatanganan berita acara serah terima atau pengalihan secara administratif mahasiswa STKIP Santa Maria kepada Dinas Pendidikan dan kemudian dari Dinas Pendidikan Sibolga kepada Universitas Negeri Medan (Unimed) berlangsung hari ini, Senin (9/9).

Serah terima ini merupakan peristiwa bersejarah bukan hanya bagi para mahasiswa tetapi juga Pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Sibolga mengingat perisitiwa ini menjadi hari hadirnya kampus sebuah perguruan tinggi negeri sebesar Unimed di kota Sibolga.

Sebelumnya para mahasiswa ini adalah mahasiswa STKIP Santa Maria Sibolga. Tetapi terdapat permasalahan yang sangat mendasar dimana pihak Yayasan Santa Maria Berbelas Kasih Sibolga yang menaungi STKIP tersebut tak kunjung memperoleh izin dan akreditasi dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI karena berbagai kendala. Permasalahan ini membuat kejelasan status para mahasiswa menjadi terkatung-katung yang menimbulkan keresahan di pihak mahasiswa dan keluarga masing-masing. Akan tetapi oleh perjuangan tak kenal lelah Pemerintah Kota Sibolga bersama dengan pihak yayasan akhirnya ditemukanlah jalan keluar berkat jasa baik dan kerja sama Unimed Medan. Unimed bersedia menerima seluruh mahasiswa tersebut menjadi mahasiswanya secara resmi dalam Program Sarjana Kependidikan Guru dalam Jabatan atau PSKGJ.

Sebagaimana diterangkan oleh Pembantu Rektor I Unimed Prof. Dr. Khairil Ansari, M. Pd., PSKGJ Unimed di Sibolga ini adalah yang pertama dilakukan Unimed untuk tingkat Kabupaten/Kota, atau yang kedua setelah kerjasama Unimed dengan Pemprov. Sumut. “Ini sebuah peristiwa bersejarah khususnya untuk konteks Sibolga karena pengalihan mahasiswa ini sekaligus membuat Unimed hadir di Sibolga. Kita menunjukkan ke dunia luar bahwa kita mampu untuk menyelesaikan persoalan pendidikan ini sehingga para mahasiswa tidak tersia-siakan tetapi justru memperoleh karunia dari Tuhan yang Maha Kuasa dimana mereka menjadi mahasiswa Unimed untuk program PSKGJ. Saya meminta seluruh mahasiswa untuk bersyukur kepada Tuhan dan juga berterimakasih kepada Bapak Walikota kita yang tak kenal lelah memperjuangkan nasib kalian sehingga kalian bisa menjadi mahasiswa Unimed seperti sekarang ini. Perlu adik-adik sekalian ketahui bahwa untuk menjadi mahasiswa Unimed itu tidak mudah. Pada tahun ini saja terdapat puluhan ribu yang mengikuti ujian untuk masuk Unimed tetapi kami hanya menerima beberapa ribu saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Kadis Pendidikan Kota Sibolga Alpian Hutauruk mengatakan bahwa ia menganggap peristiwa ini adalah suatu mukjizat. Ia menceritakan bagaimana ia dan ketua yayasan Suster Dionisia Marbun bolak-balik ke Jakarta dan ke Medan untuk memperjuangkan nasib para mahasiswa, atas petunjuk Walikota, dan bagaimana berkali-kali para mahasiswa ramai-ramai datang ke rumahnya sementara saat itu belum bisa dibayangkan bagaimana akhir dari persoalan ini. Ia hanya meminta supaya para mahasiswa tetap bersabar dan berdoa kiranya Tuhan membuka jalan. Itulah sebabnya ia menyebut peristiwa ini sebagai mukjizat dari Tuhan. Di tengah perjuangan itu, tuturnya, ada pula cobaan berupa suara-suara yang datang kepadanya untuk tidak perlu berlelah memperjuangkan masalah itu karena pertimbangan SARA. Tetapi ia mengabaikan saran-saran negatif tersebut.

Sementara itu Rektor Unimed Prof. Dr. Ibnu Hajar, M. Si dalam sambutannya mengucapkan selamat datang pada para mahasiswa di Unimed. “Ini hari yang bertuah. Saya salut pada Walikota Sibolga yang berhasil mengatasi masalah besar ini dengan menangkap visi PSKGJ. Unimed baru satu kali mengadakan Program PSKGJ ini yaitu dengan pihak Pemerintah Provinsi dan ini yang kedua, atau yang pertama ditingkat Kabupaten/Kota. Walikota tidak melihat ini problem kelompok siapa tapi memegang prinsip this is our problem. Dan saya hadir disini dengan senang hati karena semangat ini dan tanggung jawab kita untuk mencerdaskan anak bangsa. Bangsa ini butuh peningkatan SDM untuk kemajuan kita bersama, “ ujarnya.

Ibnu Hajar juga memastikan bahwa perkuliahan akan diadakan di Sibolga sementara dosen yang akan mengajar adalah dosen Unimed dari Medan. Jadi para dosen itulah nantinya yang akan datang ke Sibolga. Ia juga memastikan bahwa ijazah yang akan diterima oleh para mahasiswa yang lulus nantinya adalah ijazah Unimed yang ditandatangani oleh rektor sendiri. Tak lupa ia menegaskan bahwa standar pendidikan yang akan dijalani para mahasiswa nantinya adalah standar Unimed sehingga ia meminta para mahasiswa mematuhi peraturan, mengubah paradigma dan tidak main-main dalam mengikuti perkuliahan.

Dalam sambutannya, Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk mengatakan sangat gembira dengan selesainya persoalan ini dengan berakhir baik. Tak lupa ia menceritakan bagaimana awalnya para mahasiswa berunjuk rasa ke kantornya, yang lantas diajaknya dialog, dimana ia pada akhirnya mengambil tekad untuk membantu mereka mengatasi masalah itu dengan menugaskan Kadis Pendidikan. Ia juga memuji upaya DPRD khususnya Komisi I yang turut membantu tanpa mengekspos secara besar-besaran ke media, sehingga segala upaya yang sedang dikerjakan dapat dilakukan dengan lebih fokus dan konsentrasi. “Sekarang, setelah semuanya selesai, baru dibuka terang-terangan supaya masyarakat bisa tahu apa yang telah kita kerjakan selama ini untuk masalah ini,” ujarnya yang disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.

“Pak Rektor yang terhormat, kebetulan pula visi Kota Sibolga saat ini memang salah satunya untuk mencerdaskan masyakarat. Tentu itu kita lakukan melalui pendidikan. Kami tidak memiliki perkebunan, pertambangan, lahan pertanian. Yang kami miliki hanyalah laut, dan kami sadar, pengelolaan laut kita ini harus dilakukan dengan baik didukung oleh ilmu pengetahuan. Jadi itupun harus melalui pendidikan. Pemerintah Kota dan DPRD sangat serius menangani masalah pendidikan kita. Itulah sebabnya tahun ini kami mampu melepaskan ratusan putra Sibolga untuk meneruskan pendidikannya di perguruan tinggi-perguruan tinggi negeri ternama di seluruh Indonesia. Kita bisa berharap, kelak setelah mereka kembali kemari, mereka dapat menjadi generasi harapan kita untuk kemajuan kota ini. Juga saat ini, guru kami di Sibolga yang sudah tamat S1 untuk tingkat SD sudah sebesar 52%, jadi sudah di atas 50%, tingkat SLTP sebesar 83%, guru SLTA sederajat sudah 91%. Dari semuanya itu, yang telah bersertifikat sudah mencapai 45%. Juga mengenai peristiwa bersejarah pada hari ini, ini semua adalah buah dari kesabaran para mahasiswa dan orang tua. Andai mereka tidak bersabar dan melakukan hal-hal yang negatif, barangkali semua perjuangan kita ini tidak berhasil. Tetapi alhamdulilah, syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini kita bisa menandatangani berita acara serah terima ini berkat kesabaran kita semua. Jadi saya meminta kepada para mahasiswa untuk tetap bersyukur, tidak menyia-nyiakan dan tetap mematuhi segala peraturan,” tukasnya.

Mahasiwa dan para orang tua yang memadati aula tersebut selama acara tampak sangat antusias dan bersemangat. Berkali-kali terdengar gemuruh tepuk tangan mereka. (gan)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X