Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

CUACA BURUK TERPA SIBOLGA, BMKG HIMBAU WARGA WASPADA

SIBOLGA Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pinangsori Marolop Rumahorbo menghimbau, kepada seluruh masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah agar waspada terhadap bencana alam yang mungkin akan terjadi akibat cuaca buruk. Marolop mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi dalam minggu ini sangat berpotensi untuk mengakibatkan bencana tanah longsor dan banjir.  Dia mengatakan bahwa saat ini curah hujan cukup tinggi, sejak dini hari senin (18/7) hingga beberapa hari kedepan.

“Iya memang sampai saat ini curah hujan di sekitar Sibolga cukup tinggi dalam minggu ini, untuk itu kita menghimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah kerja kantor BMKG Pinangsori khususnya daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga agar tetap waspada terkait kemungkinan kemungkinan bencana alam yang diakibatkan oleh cuaca buruk ini,” katanya. Dalam minggu ini, curah hujan akan disertai angin badai dengan kecepatan angin sekitar 20 Km/jam atau sekitar 10 knot ke atas.Namun meskipun demikian, masyarakat tetap dihimbau agar tidak lengah dan tetap waspada terhadap kemungkinan bencana pohon tumbang atau yang lainnya yang diakibtkan oleh angin kencang atau badai.

“Kalau Badai mungkin tidak terlalu, karena kecepatan angin hanya berkisar 10 knot, atau sekitar 20 km/Jam. Akan tetapi kemungkinan bencana badai atau yang lainnya tidak bisa dikatakan nihil, untuk itu, masyarakat harus tetap waspada,” ujarnya.

Selain itu, Kepala BMKG Pinang Sori ini juga menghimbau kepada para nelayan dan orang-orang yang melaksanakan aktivitas di laut agar tetap waspada, karena menurut prakiraan cuaca BMKG, tinggi gelombang air laut di perairan Kota Sibolga, Tapanuli Tengah dan Pulau Nias cukup tinggi.

“Ya bagi para nelayan dan masyarakat yang melaksanakan kegiatan di laut, kita himbau agar tetap waspada, kalau boleh kalau tidak terlalu penting, hindarilah dulu kegiatan dilaut, karena tinggi gelombang air laut saat ini antara 2 m hingga 4 m. Sehingga jika berpergian ke laut, harus melengkapi perlengkapan keselamatan di laut.

Disisi lain, dua hari pasca gelombang pasang yang terjadi di wilayah pantai barat, khususnya Kota Sibolga, warga yang bermukim di pesisir pantai khususnya yang rumahnya berada di atas laut masih khawatir. Pasalnya, hingga Rabu (21/7)sore  sekitar pukul 16.00 WIB, air laut kembali naik pasang dan berombak besar dan angin kencang disertai hujan sehari penuh.

Walaupun air pasang dan ombak besar tersebut tidak mengakibatkan kerusakan,namun aktivitas warga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan serta pelaku usaha penjemuran ikan menjadi terganggu.Semisal di Kelurahan Sibolga Ilir dan juga di Kelurahan Pasar Belakang,
para nelayan yang biasanya pergi melaut terpaksa mengurungkan niatnya karena khawatir cuaca buruk yang berlangsung saat ini. Para pelaku usaha dan pekerja penjemuran ikan asin juga mengalami nasib serupa dan terpaksa menghentikan kegiatannya.

Pengusaha perebusan ikan di Kota  Sibolga  mengaku, akibat gelombang pasang kemarin, ikan yang sebelumnya telah selesai direbus gagal dikeringkan, sudah dipastikan pula pihaknya bakal mengalami kerugian.Apabila ikan yang sudah direbus itu tak dijemur selama satu hari saja, maka kualitas ikan dipastikan menurun, harganya juga anjlok setengah dari harga normal.Kita tak berani lagi menjemur ikan itu di lantaran (tempat penjemuran ikan), selain cuaca buruk yang mengancam, kita khawatir juga lantaran itu jadi roboh, kata nelayan .     (red/hen/amir)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X