Situs Resmi Pemerintah Kota Sibolga

WALI KOTA SIBOLGA KEMBALI SALURKAN BERAS BANTUAN BAGI NELAYAN TERDAMPAK PERMEN KP

SIBOLGA – Wali Kota Sibolga Drs. Syarfi Hutauruk kembali salurkan beras bantuan kepada masyarakat nelayan Kota Sibolga yang terdampak Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 2/Permen-KP/2015 melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kota Sibolga, Selasa, (19/4). 

Penyaluran beras bantuan ini mencapi 100 Ton yang diserahkan pada lebih kurang 3500  orang masyarakat Kota Sibolga yang terdampak dari kebijakan Permen KP tahun 2015. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sibolga Hendra Darmalius menyampaikan dalam laporannya, “ Pemerintah Kota Sibolga akan membagikan 100 Ton beras cadangan pemerintah untuk masyarakat nelayan Kota Sibolga yang terdampak dari Permen KP, hal ini kita maksudkan untuk membantu dan mengurangi beban  masyarakat akibat Permen KP ini ” tegasnya. 

Pemerintah Kota Sibolga juga menekankan,  dalam upaya penyaluran beras bantuan ini di syaratkan hanya pada  masyarakat yang memiliki tanda pengenal dan berdomisili di Kota Sibolga. 

Wali Kota Sibolga Syrafi Hutauruk menyampaikan dalam sambutannya, bantuan ini ditujukan bagi masyarakat nelayan Kota Sibolga, pembagaian bantuan ini juga akan disalurkan secara bertahap dan penyerahannya juga berdasarkan data dari kelurahan  dari setiap kecamatan, ucapnya. 

Penyerahan secara simbolis bantuan ini diselenggarakan di Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, dengan jumlah penerima sebanyak 288 orang. Penerima bantuan ini di perioritaskan pada masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagai anggota kapal ikan, pembelah ikan, perebus dan pemilih ikan yang berdampak langsung dari tidak beroperasinya lagi pukat trowl. 

Ketua LPM Kelurahan Pancuran Pinang  Zulhamsyah Panjaitan mewakili masyarakat menyampaikan,  “Kami dari masyarakat pancuran pinang ini sangat mengapresiasi cepat tanggap Pemerintah Kota Sibolga yang segera dan telah membagikan bantuan beras bagi nelayan, sehingga beban kami tidak begitu berat diakibatkan dari pelarangan ini. Setelah ini, kami juga mengharapkan pemerintah juga dapat memberikan bantuan kepada nelayan berupa bantuan usaha dan lainnya guna mengalihkan bentuk usaha dari mata pencaharian kami” harapnya.            (nobon)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X